IHSG Belum Keluar Dari Tekanan

NERACA

Jakarta – Kembali menguaknya kekhawatiran investor akan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia memicu pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 46,723 poin (1,11%) ke level 4.180,163. Sementara Indeks LQ45 anjlok 8,798 poin (1,21%) ke level 716,986.

Kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, saham sektor aneka industri menjadi pendorong indeks BEI melemah diiringi saham pertambangan, konsumen, “Pelemahan saham domestik itu dipicu oleh masih khawatirnya pelaku pasar terhadap kebijakan "quantitative easing" (QE) tahap tiga yang dilakukan the Fed yang dinilai kurang efektif,”katanya di Jakarta, Rabu (26/9).

Selain itu, lanjut dia, krisis di Eropa yang masih membayangi juga masih menjadi perhatian pelaku pasar. Sentimen Eropa cenderung diselimuti oleh kabar negatif. Oleh karena itu, dia menyarankan pelaku pasar saham untuk melakukan perdagangan saham dalam jangka pendek. Hal itu seiring dengan sentimen terhadap pasar keuangan yang mudah berubah.

Berikutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI diperkirakan masih dalam tekanan di kisaran 4.167-4.200 poin. Pada perdagangan Rabu, saham-saham bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menguat cukup tinggi setelah diperkenankan melakukan haircut oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Indeks sektor finansial menjadi satu-satunya yang menguat diakhir perdagangan.

Sedangkan sembilan sektor lainnya terjebak di zona merah akibat aksi jual yang kebanyakan dilakukan oleh investor asing. Koreksi hari ini dipimpin oleh sektor aneka industri. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 135.282 kali pada volume 3,55 miliar lembar saham senilai Rp 4,044 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 186 saham turun, dan 69 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di Asia terkena sentimen negatif dari pasar global sehingga kompak melemah di zona merah. Pasar saham Jepang jatuh paling dalam diakhir perdagangan Rabu kemarin. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Century Textille (CNTX) naik Rp 1.000 ke Rp 6.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 450 ke Rp 10.750, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 300 ke Rp 21.750, dan Chandra Asri (TPIA) naik Rp 250 ke Rp 2.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 1.125 ke Rp 3.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 20.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 46.350, dan Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 25.100.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 27,398 poin (0,65%) ke level 4.199,488. Sementara Indeks LQ45 turun 4,8 poin (0,66%) ke level 720,984. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 71.504 kali pada volume 1,7 miliar lembar saham senilai Rp 1,6 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 157 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Nippon Indosari Corpindo (ROTI) naik Rp 550 ke Rp 5.850, Plaza Indonesia Realty (PLIN) naik Rp 250 ke Rp 1.700, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 21.700, dan Samindo (MYOH) naik Rp 230 ke Rp 1.510.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 1.225 ke Rp 3.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 20.650, Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 21.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 51.750.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 11,24 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.215,65, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,86 poin (0,39%) ke level 722,92, “Kekhawatiran pasar terhadap ketidakefektifan 'quantitative easing' (QE) menjadikan bursa Asia melemah termasuk IHSG BEI," kata analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias.

Dia menambahkan, terkoreksinya bursa saham Asia juga dikarenakan telah berakhirnya masa "cum dividen" perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang. Meski demikian, kata dia, dari dalam negeri terdapat sentimen positif bagi saham perbankan dimana Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk memperbolehkan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan hapus buku (hair cut).

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, pelemahan indeks BEI itu terjadi seiring dengan sentimen negatif dari eksternal sehubungan dengan perbedaan pendapat pemimpin-pemimpin negara Eropa dalam menyelesaikan masalah utang Eropa. "Kanselir Jerman, Merkel dan presiden Perancis, Hollande belum sepakat terkait jadwal penyatuan pengawasan sektor perbankan Eropa," kata dia.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 204,70 poin (0,99%) ke level 20.493,98, indeks Nikkei-225 turun 147,85 poin (1,62%) ke level 9.945,10, dan Straits Times melemah 18,11 poin (0,59%) ke level 3.048,88. (bani)

Related posts