BEI Suspensi Saham Panasia Indo Resources

Mengalami pergerakan saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX).

Kadiv Perdagangan Saham BEI, Andre P. J. Toelle menjelaskan, suspensi ini dilakukan sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham HDTX sebesar Rp204 per saham atau 201,98%, “Peningkatan terjadi dari harga penutupan Rp101 per saham pada 9 Agustus 2012 menjadi Rp305 per saham pada 25 September 2012," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (26/9).

Andre menambahkan suspensi ini dilakukan mulai sesi I pada 26 September 2012, baik pada pasar reguler maupun pasar tunai sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut. "Ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham HDTX," katanya.

Selain itu, otoritas bursa juga mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan. Terkait kinerja hingga enam bulan pertama 2012, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,19 miliar, turun dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp9,49 miliar.

Seiring penurunan laba, penjualan bersih juga merosot dari Rp552,47 miliar pada semester I-2012 menjadi Rp467,73 miliar pada pada paruh pertama 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…