Kucuran Kredit Infrastruktur BCA Rp18,3 T

NERACA

Jakarta-- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengklaim telah mengucurkan kredir infrastruktur sekitar Rp18,3 triliun, termasuk jalan tol, pemasangan listrik, dan pembangunan pelabuhan. “Sampai saat ini dana yang sudah dikeluarkan sebesar Rp18,3 triliun. Namun ekspektasi perusahaan hingga akhir tahun ini sekira Rp20 triliun,” kata Direktur BCA Dhalia M Ariotedjo di Jakarta,26/9

Selain itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menambahkan pihaknya memiliki komitmen untuk mendorong pembangunan infrastruktur di dalam negeri. "Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan dalam sektor riil termasuk didalamnya pembiayaan infrastruktur," tambahnya.

Bahkan Jahja menambahkan dalam suatu pembangunan infrastruktur memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karenanya dibutuhkan kerjasama dari banyak bank. "Selain itu untuk pembangunan infrastruktur dibutuhkan bank yang mampu memberikan dana jangka panjang," imbuhnya

Sebelumnya, analis Fitch, Ambreesh Srivastava, mengakui Fitch Ratings mengungkap peringkat long IDR PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di BBB-. Sementara national long term rating berada di AAA (idn). Outlook dari dua peringkat itu adalah stabil.

Peringkat BCA ini mencerminkan track record atas kinerja keuangan yang kuat dibandingkan dengan bank di kawasan domestik. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa bank akan mampu mempertahankan profitabilitas yang sehat dan posisi modal, tanpa secara signifikan mengurangi kualitas aset yang kuat.

Sementara peringkat short term IDR di F3, support rating 3, support floor rating BB+ dan viavility rating bbb-.

Di sisi lain, Fitch juga memberikan peringkat AA+ untuk national long term rating PT BCA Finance. Lalu national short term rating di F1(idn). Begitu juga dengan rencana penerbitan obligasi I-2012 senilai Rp3,5 triliun ada di peringkat AA+(idn). Peringkat yang sama pun diberikan untuk obligasi III-20120 dan obligasi IV-2011. Lalu obligasi subordinasi I-2010 ada di AA-(idn). **ria

BERITA TERKAIT

Infrastruktur: Katakan Apa Adanya Meski Pahit

Oleh: Sarwani Bank Dunia tengah mendapatkan sorotan publik terkait sikapnya yang plin plan menanggapi laporan yang dibuat oleh lembaga itu…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

REALISASI PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT

Perajin merapikan tempat sampah hasil daur ulang di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…