Bank DKI Ikut Biayai Tol Cikampek-Palimanan

NERACA

Jakarta – PT Bank DKI turut serta dalam pembiayaan kepada sector infrastruktur terutama ruas tol Cikampek – Palimanan senilai Rp8,8 triliun. Pembiayaan sindikasi ini melibatkan 22 bank dan lembaga finansial. “Partisipasi Bank DKI bersama sejumlah BPD lainnya dalam sindikasi ini menunjukkan kepercayaan terhadap BPD semakin meningkat,” kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono bersama direksi peserta sindikasi lainnya usai penandatanganan dengan Direktur Utama Lintas Marga Sedaya, Muhammad Fadzil di Jakarta,26/9

Menurut Eko, partisipasi ini semakin menegaskan peran Bank DKI dan BPD sebagai agen pembangunan daerah dengan memberikan dukungan pembiayaan terhadap sector infrastruktur. “Dalam sindikasi tersebut, Bank DKI berperan sebagai Joint Coordinating Mandated Lead Arranger,” tambahnya.

Bank DKI menyambut baik konstruksi dan pembangunan proyek jalan tol sepanjang 116 kilometer yang yang merupakan bagian dari ruas tol trans Jawa dan sudah mulai dikonstruksi sejak tahun 2011. “Kami juga berharap agar pembangunan ruas jalan tol ini dapat berjalan dengan lancar sesuai proses yang telah dijadwalkan oleh PT. Lintas Marga Sedaya” ujarnya

Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer itu terbagi menjadi enam seksi yakni seksi I Cikopo – Kalijati sepanjang 29,12 kilometer, seksi II Kalijati – Subang 9,56 kilometer, dan seksi III Subang – Cikedung sepanjang 31,37 kilometer. Dilanjutkan dengan seksi IV Cikedung – Kertajati sepanjang 17,66 kilometer, seksi V Kertajati – Sumberjaya 14,51 kilometer, dan seksi VI Sumberjaya – Palimanan 14,53 kilometer.

Sementara itu, Direktur Utama Lintas Marga Sedaya, Muhammad Fadzil mengatakan Bulan Mei lalu telah mulai melaksanakan tahap awal pekerjaan konstruksi jalan Tol Cikampek-Palimanan dengan menyelesaikan sejumlah aktivitas seperti mobilisasi, penelitian topografi, pembersihan lokasi (site clearing), serta deteksi utilisasi (utility detection) atau proses pendeteksian penggunaan lahan. Kegiatan tersebutdilakukan segera setelah acara peletakkan batu pertama di Purwakarta pada akhir 2011 lalu. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Cashbac Kembali Bikin Promo Tanggal Tua Rasa Muda

NERACA Jakarta - Bagi banyak orang, tanggal tua diwajibkan untuk menghemat pengeluaran. Tapi, kini Cashbac melepaskan kekhawatiran tersebut dengan menghadirkan…

PPATK Berhasil Mitigasi Pencucian Uang Senilai Rp10,39 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatatkan angka mitigasi pencucian uang yang berhasil…

Pemerintah Tambah Anggaran Subsidi FLPP Rp8,6 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyetujui permintaan dari tiga asosiasi pengembang perumahan, yaitu Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi…