Otomotif dan Kemajuan Ekonomi

Sabtu, 29/09/2012

Oleh Agus S. Soerono

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Sejak 20 September lalu hingga besok dihelat Indonesia International Motor Show 2012. Pihak penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung sedikitnya 350.000 orang.

Yang menarik dari pameran akbar ini adalah diketengahkannya semangat eco-mobility, yaitu semangat bertransportasi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Eco-Mobility ini mewakili gaya hidup masyarakat perkotaan yang baru, mendukung cara cerdas bertransportasi, dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta efisiensi penggunaan bahan bakar.

Eco-Mobility ini diketengahkan dalam pameran karena adanya perilaku berkendara saat ini yang sering membawa dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan, serta dukungan infrastruktur kota yang belum memadai.

Masyarakat perlu solusi tepat untuk bertransportasi dengan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan, sekaligus dapat menambah daya dukung ke lingkungan sekitar.

Hal lain yang menarik untuk disimak adalah bahwa industri otomotif di Indonesia sudah berkembang demikian pesatnya.

Dalam lima tahun terakhir industri otomotif mengalami peningkatan yang signifikan dan permintaan pasar dari tahun ke tahun terus menunjukkan kenaikan.

Pada 2012 industri otomotif di Indonesia berhasil meningkatkan angka produksinya, yang hingga bulan Juli naik sebanyak 33,5% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Apabila dibandingkan tahun 2011 yang angka penjualannya mencapai 894.000 unit, maka apabila angka produksi sampai Juli tidak ada gangguan hingga akhir tahun, maka diperkirakan angka penjualan akan melewati angka 1 juta unit. Apabila angka itu tercapai, maka industri otomotif di Indonesia akan menjadi yang terbesar di kawasan Asean.

Pameran otomotif terbesar ini, juga menjadi potret kemajuan industri otomotif nasional serta kemajuan ekonomi Indonesia pada umumnya.

Potensi ekonomi Indonesia yang besar itu juga mendorong hampir semua APM di Indonesia terus meningkatkan nilai investasinya di industri otomotif nasional dengan menambah kapasitas produksinya.

Pergerakan agresif APM juga menjadikan industri otomotif sebagai salah satu sektor industri yang memberikan kontribusi terbesar terhadap GDP nasional.

Kini industri otomotif telah menjadi salah satu sektor penyumbang pajak terbesar dengan angka kontribusi sedikitnya Rp 80 triliun. Namun di sisi lain, pemerintah harus bekerja keras untuk menyediakan infrastruktur yang memadai. Sebab apabila tidak, maka kemajuan industri otomotif akan menjadi bumerang bagi kemajuan ekonomi, karena terjadi kemacetan di mana-mana, terutama di kota-kota besar.