Tradisi Berhaji di Indonesia

Sabtu, 29/09/2012

NERACA

Indonesia memang dikenal sebagai bangsa yang memiliki berbagai macam tradisi, salah satunya adalah tradisi sebelum dan sesudah menunaikan ibadah haji. Berhaji adalah rukun Islam yang ke-5 yang diwajibkan hanya satu kali dalam hidup.

Kewajiban berhaji berdasarkan Al-Quran, hadits dan ijma’ (konsensus)paraulama. Kewajibannya telah diketahui umum secara pasti (ma’lum minaddin biddlarurah), sehingga mengingkari kewajibannya menyebabkan kekufuran.

Pergi haji memang memiliki beberapa tradisi, ada banyak tradisi dalam proses pelaksanaan ibadah haji terutama di kalangan muslimin Indonesia, sehingga terkadang tradisi tersebut dianggap bukan bagiandariberhaji, bahkan dianggap bagian dari ajaran agama ini.

Sowan kepada Ulama sebelum berangkat adalah salah satu tradisi yang dilakukan sebelum pergi naik haji. Kegiatan ini adalah bagian dari usaha menambah ilmu sebagai bekal pengetahuan tentang ibadah haji, juga sebagai upaya mendapatkan doa dari para ulama.

Selain itu ada lagi kebiasaan lainnya seperti selamatan sebelum berangkat. Sebelum berangkat calon jamaah haji biasanya mengundang kerabat dan tetangga untuk acara selamatan lalu menjamu mereka dengan makanan dan minuman. Sesuai dengan namanya, hal ini dapat memberikan kemudahan kepada calon jamaah haji, terutama selama dalam melakukan ibadah haji, dan menghindarkan dirinya dari bala’ dan musibah. Banyak hadits yang menjelaskan bahwa shadaqah dapat menolak bala’ dan malaperaka.

Berziarah kepada Calon Haji juga menjadi salah satu tradisi naik haji yang biasa masyarakat Indonesia lakukan. Para ulama menjelaskan bahwa orang yang belum kesampaian melakukan ibadah haji dianjurkan untuk meminta kepada orang yang akan berangkat haji, agar selalu didoakan selama di tanah suci. Minta doa dan berpamitan juga biasa dilakukan. Sebelum berangkat calon jamaah haji biasanya berdiri di depanrumahdikelilingi keluarga kerabat dan para tetangga, berpamitan dan meminta doa kepada orang yang hadir.