Babak Baru, Bapepam-LK Siap Beri Sanksi BUMI

Dugaan Penyimpangan Keuangan

Rabu, 26/09/2012

NERACA

Jakarta – Dugaan penyimpangan laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), sebagaimama yang dituduhkan Bumi Plc atas investigasinya membuat keprihatinan otoritas pasar modal. Pasalnya, kondisi ini akan mempengaruhi kredibilitas perusahaan grup Bakrie ini.

Bahkan untuk kasus ini, otoritas pasar modal ikut angkat suara. Plt Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ngalim Sawega mengatakan, pihaknya telah meminta pejelasan kepada manajemen BUMI atas kisruh tersebut, “Kita sudah kirim surat kepada BUMI tapi belum dijawab. Rencananya mau ditelepon, nggak usah tunggu jawaban tertulis. Tapi langsung ke direksi, biar cepat," katanya di Jakarta, Selasa (25/9).

Menurutnya, saat ini Bapepam-LK belum menerima aduan dari BUMI Plc seperti yang disampaikan Head of Group Communications and Investor Relations Nick von Schirnding perseroan dalam keterangan tertulisnya, Senin lalu.

Kata Ngalim, Bapepam-LK fokus pada penjelasan dari manajemen BUMI dan meminta penjelasan rinci perihal dugaan penyelewengan tersebut. "Kalau memang ada indikasi, harus jelas penyelewengannya di mana. Dari dana usaha atau eksplorasi atau apa," ujarnya.

Langkah yang sama juga dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang saat ini sudah meminta penjelasan terhadap BUMI dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) terkait laporan keuangannya. Menurut Direktur Pengawasan Bursa Efek Indonesia Urip Budhiprasetyo, pihaknya telah meminta penjelasan dari BUMI dan BRAU atas berita penyalahgunaan dana yang melibatkan keduanya, “Kemarin kita sudah meminta penjelasan informasi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari keduanya. Kami ingin mendengarkan penjelasan dari mereka dulu,"tandasnya.

Dia juga menegaskan, dampak dari pemberitaan negatif tersebutu akan mempengaruhi kinerja saham dan memaksa para pemegang saham melepas saham grup Bakrie ini. Hanya saja, saat ini yang diperlukan bagi bursa adalah informasi simetris. Pasalnya, sesuai peraturan pihaknya akan memberikan waktu 2x24 jam bagi keduanya untuk memberikan jawaban, karena itu termasuk informasi publik yang perlu untuk disampaikan,"Jika penjelasan ternyata ada yang kurang jelas, maka kami akan panggil direksi keduanya,"tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, BUMI sebagai perusahaan publik akan lebih bijaksana jika perseroan memberikan penjelasan secara detail apa yang terjadi sebenarnya, “Saat ini investor membutuhkan informasi yang jelas untuk menghindari informasi yang asimetris,”tuturnya.

Tansaksi bursa efek Indonesia kemarin, mencatat saham BUMI melemah 10 poin (1,47%) ke angka Rp670 dengan intraday tertinggi Rp680 dan terendah Rp590. Pelemahan tersebut ditengarai terjadi setelah adanya investigasi penyelewengan dana Bumi Plc. Berdasarkan laporan tahunan PT. Bumi Resources (BUMI), pada 4 Agustus 2011, pihak axis meneken kesepakatan menyediakan kredit sebesar US$200 juta yang disepakati untuk digunakan sebagai belanja modal atau biaya operasional bagi pihak BUMI.

Akan tetapi, utang itu tampaknya tidak berada di perusahaan operasional atau level Special Purpose Vehicle. Pinjaman itu tampaknya ke perusahaan induk dan anak-anak usahanya, yang tidak bertanggung jawab atas tambang-tambang penting. (lia)