Babak Baru, Bapepam-LK Siap Beri Sanksi BUMI - Dugaan Penyimpangan Keuangan

NERACA

Jakarta – Dugaan penyimpangan laporan keuangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), sebagaimama yang dituduhkan Bumi Plc atas investigasinya membuat keprihatinan otoritas pasar modal. Pasalnya, kondisi ini akan mempengaruhi kredibilitas perusahaan grup Bakrie ini.

Bahkan untuk kasus ini, otoritas pasar modal ikut angkat suara. Plt Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ngalim Sawega mengatakan, pihaknya telah meminta pejelasan kepada manajemen BUMI atas kisruh tersebut, “Kita sudah kirim surat kepada BUMI tapi belum dijawab. Rencananya mau ditelepon, nggak usah tunggu jawaban tertulis. Tapi langsung ke direksi, biar cepat," katanya di Jakarta, Selasa (25/9).

Menurutnya, saat ini Bapepam-LK belum menerima aduan dari BUMI Plc seperti yang disampaikan Head of Group Communications and Investor Relations Nick von Schirnding perseroan dalam keterangan tertulisnya, Senin lalu.

Kata Ngalim, Bapepam-LK fokus pada penjelasan dari manajemen BUMI dan meminta penjelasan rinci perihal dugaan penyelewengan tersebut. "Kalau memang ada indikasi, harus jelas penyelewengannya di mana. Dari dana usaha atau eksplorasi atau apa," ujarnya.

Langkah yang sama juga dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang saat ini sudah meminta penjelasan terhadap BUMI dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) terkait laporan keuangannya. Menurut Direktur Pengawasan Bursa Efek Indonesia Urip Budhiprasetyo, pihaknya telah meminta penjelasan dari BUMI dan BRAU atas berita penyalahgunaan dana yang melibatkan keduanya, “Kemarin kita sudah meminta penjelasan informasi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari keduanya. Kami ingin mendengarkan penjelasan dari mereka dulu,"tandasnya.

Dia juga menegaskan, dampak dari pemberitaan negatif tersebutu akan mempengaruhi kinerja saham dan memaksa para pemegang saham melepas saham grup Bakrie ini. Hanya saja, saat ini yang diperlukan bagi bursa adalah informasi simetris. Pasalnya, sesuai peraturan pihaknya akan memberikan waktu 2x24 jam bagi keduanya untuk memberikan jawaban, karena itu termasuk informasi publik yang perlu untuk disampaikan,"Jika penjelasan ternyata ada yang kurang jelas, maka kami akan panggil direksi keduanya,"tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, BUMI sebagai perusahaan publik akan lebih bijaksana jika perseroan memberikan penjelasan secara detail apa yang terjadi sebenarnya, “Saat ini investor membutuhkan informasi yang jelas untuk menghindari informasi yang asimetris,”tuturnya.

Tansaksi bursa efek Indonesia kemarin, mencatat saham BUMI melemah 10 poin (1,47%) ke angka Rp670 dengan intraday tertinggi Rp680 dan terendah Rp590. Pelemahan tersebut ditengarai terjadi setelah adanya investigasi penyelewengan dana Bumi Plc. Berdasarkan laporan tahunan PT. Bumi Resources (BUMI), pada 4 Agustus 2011, pihak axis meneken kesepakatan menyediakan kredit sebesar US$200 juta yang disepakati untuk digunakan sebagai belanja modal atau biaya operasional bagi pihak BUMI.

Akan tetapi, utang itu tampaknya tidak berada di perusahaan operasional atau level Special Purpose Vehicle. Pinjaman itu tampaknya ke perusahaan induk dan anak-anak usahanya, yang tidak bertanggung jawab atas tambang-tambang penting. (lia)

BERITA TERKAIT

DEAL Perkuat Bisnis Energi Lewat Proyek IPP - Beri Modal Anak Usaha Rp 16 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dan menjadi emiten ke-50 di tahun 2018, PT Dewata Freightinternational Tbk…

BEI Pastikan 99% Anggota Bursa Siap - Implementasi T+2 Sesuai Jadwal

NERACA Jakarta - Sebagai tindak lanjut pencanangan rencana implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi bursa dari T+3 ke T+2 oleh self…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…