Verena Multi Finance Kantongi Peringkat A Dari Pefindo

NERACA

Jakarta — Pefindo menegaskan peringkat 'A' untuk PT Verena Multi Finance Tbk, obligasi I 2011, dan MTN Verena Multi Finance 1 tahun 2011 yang belum jatuh tempo. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (25/9).

Kata analis Pefindo Danan Dito, prospek perusahaan adalah stabil. Peringkat tersebut merefleksikan dukungan yang kuat dari Bank Pan Indonesia Tbk, hubungan yang kuat dengan dealer-dealer perusahaan, dan kualitas aset yang baik. "Namun, peringkat dibatasi oleh rentabilitas VRNA yang di bawah rata-rata dan permodalan perusahaan yang di bawah rata-rata juga," tuturnya.

Verena merupakan perusahaan pembiayaan mobil yang fokus pada pembiayaan mobil bekas. Perusahaan mulai masuk ke bisnis pembiayaan sewa guna usaha untuk alat-alat berat sejak 2011.

Mayoritas saham perseroan dimiliki oleh Bank Pan Indonesia sekitar 42,8%, Verena Capital sebesar 24,35%, dan publik 32,7%. Pada semester pertama 2012, Verena membukukan penurunan laba sekitar 15,02% menjadi Rp13,41 miliar.

Sebelumnya, hingga Mei 2012 perseroan membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 700 miliar atau tumbuh sebesar 35% dari target tahun ini Rp 2 triliun. Menurut direksi perusahaan, peningkatan pembiayaan ini didorong oleh masuknya perseroan ke bisnis alat berat.

Direktur Verena Multi Finance Andi Harjono pernah bilang, penyaluran pembiayaan saat ini masih didominasi oleh sektor otomotif, yakni sebesar 80%. Sisanya, sebesar 20% disumbangkan oleh pembiayaan alat berat. "Kami telah memasuki pembiayaan alat berat sejak November 2011 karena melihat prospek akan kebutuhan alat berat masih sangat besar," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

Pertamina Pastikan Stok Elpiji Lebih dari Cukup

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa stok gas Elpiji tiga kilogram bersubsidi lebih dari…

Mengapa Bawa Barang dari LN Harus Bayar Pajak di Bandara RI?

Oleh: Sandi Putra, Mahasiswa PKN STAN *) Mengapa harus bayar bea masuk dan/atau pajak di bandara? Padahal barang yang dibawa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…