Menanti Berkah Untung Dari Kenaikan Tarif Tol

PT Jasa Marga Tbk

Rabu, 26/09/2012

NERACA

Jakarta—Rencana PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menaikkan tariff tol Jakarta-Cikampek akhir September 2012 sekitar 10% menjadi momentum tepat bagi investor saham pasar modal mengkoleksi emiten tol milik pemerintah ini. Terlebih, perseroan tengah memiliki rencana aksi korporasi dan termasuk membangun monorel jalur Senayan-Cibubur bersama dua BUMN lainnya.

Kendatipun harga saham Jasa Marga mengalami fluktuasi yang cukup aktif, namun menurut analis layak dikoleksi untuk jangka panjang dengan pertimbangan dua sentimen positif tersebut bakal memicu kenaikan harga saham perseroan. Pertimbangan lain, setiap tahun penguna jalan tol terus meningkat. Belum lagi, perseroan selalu berupaya menimgkatkan kapasitas jalan bebas hambatan yang dikelolanya. Dan itu dibuktikan dengan penguatan signifikan yang terjadi selama ini.

Meskipun demikian, dua sentimen diatas belum menjadi jaminan saham Jasa Marga bakal meroket tajam. Tercatat sepanjang September hingga Senin awal pekan kemarin, saham berkode JSMR ini mondar-mandir di kisaran Rp 5.650–5.750. Di penghujung Agustus lalu, memang, JSMR sempat mencapai harga tertingginya (Rp5.900). Namun tak berlangsung lama, hanya tiga hari, dari 24 hingga 28 Agustus saja, efek jalan tol ini bertahan.

Sepanjang sembilan bulan terakhir, misalnya, JSMR telah menguat 36,9%. Sebelumnya, sepanjang 2011, saham ini juga berhasil mencatatkan kenaikkan sebesar 22,6%. Kini, menurut para analis, JSMR tengah mencoba menggapai level Rp6.000 dengan support di level Rp5.550. Bila target resistance terlampaui, saham ini diproyeksikan akan menyentuh level berikutnya di Rp6.300.

Tarif Tol Naik

Sebelumnya, Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin mengatakan, rencana kenaikan tariff tol Jakarta –Cikampek didasarkan penyesuaian inflasi, “Kami berharap kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek terjadi pada akhir September dengan besaran kenaikan sesuai besaran inflasi selama dua tahun, kira-kira 10 %," katanya.

Lebih jauh kata Hasanudin, mulai saat ini pihaknya sedang menyosialisasikan rencana kenaikan tarif tol tersebut. "Seharusnya, sesuai dengan ketentuan tarif tol Jakarta Cikampek naik pada awal bulan Juli 2012," tambahnya

Namun, lanjut Hasanudin, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, masih menganggap ada beberapa aspek layanan yang harus diperbaiki antara lain kondisi permukaan jalan yang berlubang, serta adanya beberapa pagar rumija dan guardrail yang harus diperbaiki.

Dijelaskan Hasanudin, pada bidang layanan konstruksi, saat ini perkerasan jalan tol Jakarta Cikampek terus ditingkatkan kekuatan dan kerataannya dengan cara "scrapping filling" dan "overlay". Kemudian, pada bidang layanan transaksi, seluruh upaya dikerahkan untuk memperlancar aliran lalu lintas (lalin) di gerbang tol dengan mengintensifkan penggunaan Gardu Tol Otomatis dan menyediakan layanan jemput transaksi apabila terjadi antrean.

Data Jasa Marga menyebutkan, lalu lintas harian ruas tol Jakarta-Cikampek rata-rata 550 ribu kendaraan dan pendapatan rata-rata per hari sekitar Rp2, 5 miliar. Kemudian soal wacana pembangunan jalan tol Layang Senayan-Cibubur, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR), Adityawarman mengakui Jasa Marga tak tertarik dengan pembangunan jalan tol layang tersebut. Alasanya secara bisnis dinilai tak layak. "Dari hasil Pra FS, tarif dari Adhi Karya terlalu mahal. Tarif tidak mampu menarik pengendara mobil,” ungkapnya

Menurut Adityawarman, perseroan telah menghitung ternyata tarifnya terlalu mahal yaitu mencapai Rp 28.000. Walaupun jalur tol elevated menawarkan akses langsung Senayan, namun terlalu membebankan konsumen. (bani)