Kemenhut Percepat Penyerapan Anggaran

NERACA

Jakarta - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meminta jajarannya untuk memaksimalkan penyerapan anggaran Kementerian Kehutanan tahun 2012. Pasalnya hingga Agustus ini, anggaran yang diserap baru mencapai 37,07% atau masih di bawah rata-rata nasional 45,08%.

“Program-program yang menjadi agenda dan pekerjaan rumah kita tahun ini harus segera dituntaskan disisa waktu yang ada,” kata menhut saat membuka Rapat Konsultasi dan Koordinasi Nasional Perencanaan Anggaran Pembangunan Kehutanan Tahun 2012 di Jakarta, Selasa (25/9).

Menurut dia, belum maksimalnya penyerapan anggaran kementeriannya itu lantaran program menanam serta rehabilitasi hutan dan lahan yang menyedot sekitar separuh anggaran kementerian terkendala oleh musim kemarau berkepanjangan. Jika dipaksakan untuk menanam dipastikan tidak akan produktif.

Menhut berharap, mulai Oktober ini penanaman sudah bisa dimulai. “Oleh karena itu saya meminta betul tadi dengan teman-teman Kemenhut, waktu yang pendek melaksanakan kerja yang optimal. Artinya, begitu hujan kita betul-betul siap melaksanakan penanaman itu. Sayang sekali kalau anggaran tidak terserap dengan baik,” tandasnya.

Hingga akhir tahun ini, imbuh dia, penyerapan anggaran mesti terealisasi sebesar 90%. Sesuai penilaian dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), penyerapan di bawah 90% bakal diganjar ‘kartu merah’.

Namun secara umum, Menhut menyatakan pembangunan kehutanan mulai nampak perkembangannya. Indikatornya, terselenggaranya lingkungan kerja Kemenhut yang kompeten dan sehat yang dibuktikan dengan diraihnya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk leporan keuangan Kemenhut 2011.

Sementara itu, kinerja lain terlihat pada laju deforestasi yang juga menunjukkan penurunan, menjadi 450 ribu hektar (ha) per tahun. “Penurunan luas lahan kritis, dari data tahun 2006 seluas 30,1 juta ha, dan tahun 2011 menjadi seluas 27,2 juta ha. Upaya ini juga didorong melalui perkembangan pembangunan pembangunan Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang bermanfaat juga sebagai pendorog pendapatan masyarakat dan perluasan kesempatan kerja, juga salah satu menyelesaikan land tenure di sektor kehutanan,” imbuhnya.

BERITA TERKAIT

Elnusa Bukukan Pendapatan Rp 4,9 Triliun - Percepat Kinerja Operasi

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Elnusa Tbk (ELSA) berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,9…

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

Wakil Presiden - Anggaran Pendidikan Tinggi Namun Tidak Signifikan

Jusuf Kalla Wakil Presiden Anggaran Pendidikan Tinggi Namun Tidak Signifikan Depok, Jawa Barat - Wakil Presiden Jusuf Kalla mempertanyakan kenaikan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Menperin Nilai Indonesia Siap ke Arah Industri Berbasis Digital

NERACA Jakarta – Pelaku industri nasional perlu memanfaatkan perkembangan bisnis dan teknologi dari era ekonomi digital saat ini, seperti yang…

KKP Bikin Percontohan Teknologi RAS Pada Unit Pembenihan Rakyat

NERACA Yogyakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan tinjauan langsung ke Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di desa wisata…

Dunia Usaha - Penerapan Industry 4.0 Buka Peluang Kerja Baru Lebih Spesifik

NERACA Jakarta – Penerapan sistem Industry 4.0 dinilai dapat menghasilkan peluang pekerjaan baru yang lebih spesifik, terutama yang membutuhkan kompetensi…