Aksi Beli Saham Unggulan Masih Berlanjut

Rabu, 26/09/2012

NERACA

Jakarta – Lambat tapi pasti, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa berhasil ditutup menguat 25,972 poin (0,62%) ke level 4.226,886. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,334 poin (0,74%) ke level 725,784. Aksi beli selektif terhadap saham-saham lapis dua menjadi pemicu penguatan indeks.

Berikutnya, indeks Rabu diproyeksikan masih melanjutkan penguatan dengan pergerakan indeks berada di posisi 4.226-4.230. Pada perdagangan kemarin, satu-satunya sektor saham yang melemah adalah sektor tambang. Saham-saham unggulan yang sudah murah akhirnya dikoleksi investor menjelang penutupan perdagangan. Aksi beli ini banyak dilakukan oleh investor lokal.

Investor asing masih skeptis dengan pertumbuhan ekonomi dunia sehingga memilih untuk keluar sejenak dari lantai bursa. Transaksi pemodal asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 158,46 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 153.640 kali pada volume 4,663 miliar lembar saham senilai Rp 4,481 triliun. Sebanyak 154 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 95 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed, namun dengan kecenderungan menguat. Mayoritas berhasil bertahan di zona hijau, hanya pasar saham China yang terjebak di teritori negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 450 ke Rp 10.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 47.050, Japfa (JPFA) naik Rp 400 ke Rp 4.875, dan Mayora (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 22.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 1.225 ke Rp 4.925, Century Textille (CNTX) turun Rp 1.050 ke Rp 5.500, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 400 ke Rp 5.750, dan Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 400 ke Rp 1.450.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 2,662 poin (0,06%) ke level 4.203,576. Sementara Indeks LQ45 bertambah 1,456 poin (0,20%) ke level 721,906. Saham-saham berbasis komoditas masih menjadi pemberat pasar. Saham-saham lapis dua lah yang paling berjasa dalam menahan indeks tetap di teritori positif.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 75.483 kali pada volume 2,466 miliar lembar saham senilai Rp 1,678 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 350 ke Rp 10.200, Samindo (MYOH) naik Rp 230 ke Rp 1.260, Japfa (JPFA) naik Rp 225 ke Rp 4.700, dan Inovisi (INVS) naik Rp 200 ke Rp 6.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 1.225 ke Rp 4.925, Century Textille (CNTX) turun Rp 1.050 ke Rp 5.500, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 300 ke Rp 1.550, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 200 ke Rp 5.950.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 7,23 poin atau 0,17% ke posisi 4.208,15. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,84 poin (0,26 persen) ke level 722,91. Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, belum cukup kuatnya sentimen positif masih menahan penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan.

Secara teknikal, lanjut Reza Priyambada, MACD (Moving Average Convergence Divergence) bergerak terbatas kenaikannya. Sementara metode "Stochastic" gagal mencoba bergerak naik. "Sulit sepertinya bagi IHSG untuk mengalami 'rebound' kuat, kecuali sentimen yang ada mendukung positifnya pergerakan indeks BEI, kondisi itu akan membuat pergerakan IHSG 'mixed',"ungkapnya.

Tercatat bursa regional pada perdagangan Selasa, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 6,28 poin (0,03%) ke level 20.700,98, indeks Nikkei-225 naik 19,30 poin (0,21%) ke level 9.089,68, dan Straits Times melemah 4,09 poin (0,20%) ke level 3.073,87. (bani)