Indofarma Raih Peringkat A Untuk Obligasi Rp 500 Miliar

Rabu, 26/09/2012

NERACA

Jakarta - PT Indofarma Tbk berencana menerbitkan "medium term notes" (MTN) senilai Rp500 miliar pada tahun depan. Penerbitan surat utang jangka menengah tersebut meraih peringkat A dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Analis Pefindo Vonny Widjaja mengatakan, Pefindo menetapkan peringkat idA- untuk PT Indofarma Tbk (INAF). Peringkat yang sama juga diberikan untuk medium term notes (MTN) senilai Rp500 miliar yang akan diterbitkan perseroan pada 2013-2013, “Nantinya dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai ekspansi pabrik dan modal kerja perseroan, serta membayar kembali sebagian utang bank,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (25/9).

Dia menjelaskan, peringkat ini mercerminkan potensi pertumbuhan pada segmen obat generik, potensi pasar perseroan yang kuat di sektor pasar generik, dan proteksi arus kas rata-rata. Namun peringkat ini dibatasi oleh risiko fluktuasi harga bahan baku dan adanya kapasitas yang tidak terutilisasi secara optimal pada beberapa lini produksi.

Asal tahu saja, per 31 Maret 2012, pemegang saham Indofarma adalah pemerintah sebesar 80,7%, DBS Vickers Ltd sebesar 6% serta publik 13,3%. Indofarma menargetkan perolehan penjualan sepanjang tahun ini sebesar Rp1,4 triliun, meningkat 16,67% dari target perolehan 2012, yang mencapai Rp1,2 triliun. Belanja modal yang dianggarkan Rp96 miliar.

Selain itu, Indofarma berencana membangun pabrik di Cibitung, Jawa Barat, untuk memproduksi obat generik. Investasi yang dibutuhkan sebesar Rp100 miliar. Pembangunannya sudah dimulai dan diharapkan beroperasi pada awal 2013 mendatang. Saat ini kapasitas produksi obat generik Indofarma sekitar 2,3 miliar tablet per tahun. Perseroan berencana menggandakan kapasitas tersebut menjadi 4,6 hingga 5 miliar tablet per tahun.

Terbitkan MTN Rp 200 Miliar

Sebelumnya, perseroan juga akan menerbitkan surat utang jangka menengah MTN sekitar Rp100 miliar-Rp200 miliar pada akhir bulan ini. Direktur Keuangan Indofarma John Sebayang pernah bilang, perseroan masih menunggu keluarnya peringkat dari lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada pekan ini untuk bisa menerbitkan MTN.

Selanjutnya, perseroan akan mengundang tiga sekuritas pelat merah maupun swasta untuk menjadi penjamin pelaksana (underwriter) MTN perseroan. Adapun tenor dari MTN tersebut antara dua sampai tiga tahun, dengan kupon di bawah bunga bank. Dana hasil penerbitan MTN akan digunakan perseroan untuk modal kerja dan peningkatan produksi.

Alasan penerbitan obligasi tersebut diubah menjadi MTN, John menjelaskan, karena kebutuhan dana perseroan sebagian sudah terpenuhi melalui tender obat generik dari pemerintah, dengan nilai mencapai Rp181 miliar. "Itu uang (tender) sudah masuk, sehingga penerbitan MTN tidak sebesar Rp600 miliar," imbuhnya.

Selain itu, utang jatuh tempo perseroan kepada Bank Mandiri senilai Rp175 miliar diperpanjang menjadi tahun depan. (bani)