Pupuk Kekompakan untuk Layani Pasien

NERACA

Memasuki hari ketiga pelatihan, para Pencerah Nusantara mempelajari lebih dalam tentang ilmu kedokteran komunitas (IKK). Pelatihan berlangsung selama satu minggu penuh di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Jakarta.

Melalui pelatihan ini diharapkan Pencerah Nusantara dapat menjadi tim tenaga kesehatan yang siap bekerja sebagai pemimpin masyarakat dan agent of change bagi peningkatan status kesehatan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, terutama yang terkait dengan tujuan MDGs.

Pencerah Nusantara diciptakan untuk reorientasi fungsi pelayanan kesehatan di tingkat primer yaitu menguatkan Puskesmas sebagai garda ujung tombak pelayanan kesehatan ini pertama di masyarakat dan Fakultas Kedokteran UI akan terlibat penuh dalam melatih dan membekali tim tenaga kesehatan tersebut.

Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SpM (K) mengatakan, kami harap para Pencerah Nusantara dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga mereka benar-benar siap dan kompak untuk memberikan pelayanan kesehatan primer di masyarakat yang sebenarnya nanti.

Sedangkan, Dekan FKUI, dr. Ratna Sitompul, SpM (K) menambahkan, interprofessional healthcare atau Kedokteran Komunitas belum kental diterapkan di Indonesia karena setiap profesi bekerja berdasarkan bidang mereka masing-masing, sehingga terkadang lupa bahwa kesehatan pasien adalah hal yang paling penting.

”Spesialisasi atau segmentasi profesi memang cocok diterapkan di kota besar, namun di level komunitas hal tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Namun, FKUI saat ini sedang mengembangkan praktik dan pembelajaran interprofessional healthcare yang dimasukkan ke dalam kurikulum profesional kesehatan,” tuturnya.

Karakteristik pelayanan kesehatan interprofessional healthcare yaitu terdapatnya kolaborasi yang kuat antar profesi kesehatan, memusatkan tujuan dan perhatian utama kepada pasien, mengutamakan kualitas pelayanan dan menerapkan evidence-based practice atau praktik yang didasarkan penelitian yang sudah diakui oleh berbagai pihak.

“Pencerah Nusantara diharapkan untuk bisa menjadi pelayan profesional dan saling bekerja sama satu sama lain dalam tim guna memberikan manfaat terbaik bagi pasien. Saya harap Pencerah Nusantara dapat menjadi contoh dan pemberi semangat bagi institusi lain untuk meniru praktik interprofessional healthcare ini,” ungkapnya.

Interprofessional healthcare akan memberikan manfaat antara lain meningkatkan kepuasan bagi pasien maupun tenaga profesional kesehatan, meningkatkan keselamatan pasien (patient safety), memperpendek lama perawatan, menurunkan komplikasi, dan menurunkan mortalitas.

BERITA TERKAIT

Idul Fitri Momentum untuk Instropeksi Diri

  Oleh : Sulaiman Rahmat, Mahasiswa Lancang Kuning Pekanbaru Momen Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia menjadi salah satu moment penting…

Revolusi Industri 4.0 Untuk Bidik 10 Besar Dunia

NERACA Jakarta – Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia tahun 2030.…

Pola Puasa Tepat untuk Pasien Diabetes

Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seringkali penderita diabetes tetap mencoba untuk berpuasa agar tetap mendapatkan keberkahan dan pahala di bulan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Ini Tanda Tubuh Kurang Tidur dan Butuh Istirahat

Tidur merupakan kebutuhan yang mesti dipenuhi untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Namun, sering kali orang-orang abai pada tanda-tanda tubuh yang…

Pola Puasa Tepat untuk Pasien Diabetes

Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seringkali penderita diabetes tetap mencoba untuk berpuasa agar tetap mendapatkan keberkahan dan pahala di bulan…

Lima Kunci Penting Puasa Sehat

Tak terasa puasa sudah berjalan sekitar dua minggu. Rasanya tubuh sudah mulai terbiasa, tetapi orang sebaiknya tetap menjaga agar puasa…