Cacing Tanah dan Pengobatan

Sabtu, 29/09/2012

NERACA

Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah memiliki segudang manfaat. Bukan saja sekadar pakan ternak, kosmetik, atau lainnya. Namun kandungan enzim lumbrokinase yang dimiliki cacing diyakini dapat memberi sumbangan besar bagi perkembangan dunia pengobatan.

Enzim lumbrokinase adalah suatu enzim yang berasal dari cacing tanah jenis lumbricus rubellus. Untuk pertama kalinya yang bisa mengekstrak enzim ini adalah seorang Dokter dari Jepang, yaitu Dr Hisasi Mihara. Dan beliau pula yang kemudian memberi nama, Enzim Lumbrokinase sebagai penemunya pada tahun 1980.

Sejak dahulu kala, cacing tanah sudah banyak dan sering digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional baik di Cina, Korea, Jepang bahkan di Indonesia. Namun penemun Dr Hisasi Mihara pada tahun 1980 itu, seolah semakin menguatkan akan keampuhan dari pada cacing lumbricus rubellus ini. Cacing tanah lumbricus rubellus pun kian terkenal dan diyakini dapat mengobati berbagai penyakit.

Di California, tidak lagi hanya sebagai obat tradisional tapi sudah menjadi bahan utama pengobatan modern.

Di Jepang dan Korea enzim umbrokinase ini sudah menjadi bahan baku utama untuk pembuatan suatu suplemen terpopuler disana, yang mana fungsinya untuk mendukung kesehatan darah.

Di Canada dan California pun tidak mau ketinggalan, disana enzim lumbrokinase sudah banyak diproduksi untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan kesehatan darah. Bahkan produknya sudah digunakan di berbagai rumah sakit besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selain mengandung enzim Lumbrokinase, cacing lumbricus rubellus ini mengandung protein yang tinggi dibanding dengan protein yang ada dalam daging dan ikan, dan mengandung asam amino yang lengkap.