Cacing Tanah dan Pengobatan

NERACA

Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah memiliki segudang manfaat. Bukan saja sekadar pakan ternak, kosmetik, atau lainnya. Namun kandungan enzim lumbrokinase yang dimiliki cacing diyakini dapat memberi sumbangan besar bagi perkembangan dunia pengobatan.

Enzim lumbrokinase adalah suatu enzim yang berasal dari cacing tanah jenis lumbricus rubellus. Untuk pertama kalinya yang bisa mengekstrak enzim ini adalah seorang Dokter dari Jepang, yaitu Dr Hisasi Mihara. Dan beliau pula yang kemudian memberi nama, Enzim Lumbrokinase sebagai penemunya pada tahun 1980.

Sejak dahulu kala, cacing tanah sudah banyak dan sering digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional baik di Cina, Korea, Jepang bahkan di Indonesia. Namun penemun Dr Hisasi Mihara pada tahun 1980 itu, seolah semakin menguatkan akan keampuhan dari pada cacing lumbricus rubellus ini. Cacing tanah lumbricus rubellus pun kian terkenal dan diyakini dapat mengobati berbagai penyakit.

Di California, tidak lagi hanya sebagai obat tradisional tapi sudah menjadi bahan utama pengobatan modern.

Di Jepang dan Korea enzim umbrokinase ini sudah menjadi bahan baku utama untuk pembuatan suatu suplemen terpopuler disana, yang mana fungsinya untuk mendukung kesehatan darah.

Di Canada dan California pun tidak mau ketinggalan, disana enzim lumbrokinase sudah banyak diproduksi untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan kesehatan darah. Bahkan produknya sudah digunakan di berbagai rumah sakit besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selain mengandung enzim Lumbrokinase, cacing lumbricus rubellus ini mengandung protein yang tinggi dibanding dengan protein yang ada dalam daging dan ikan, dan mengandung asam amino yang lengkap.

BERITA TERKAIT

Vokasi “Link and Match” SMK dan Industri Lampaui Target

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan sebanyak 2.600 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 750 industri yang akan terlibat dalam program…

Dunia Usaha - Lindungi Produsen dan Konsumen, Diterbitkan SNI Wajib Pelumas

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI)…

Catatkan Surplus - Industri Furnitur dan Kerajinan Agresif Dobrak Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Industri furnitur dan kerajinan nasional mampu mendobrak pasar internasional melalui berbagai produk unggulannya yang dinilai memiliki kualitas…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…