Telat Laporan Keuangan, BUMI Siap Terima Sanksi

Dugaan Penyimpangan Laporan Keuangan

Selasa, 25/09/2012

NERACA

Jakarta – Sudah jatuh tertimpa tangga, kondisi inilah yang dirasakan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Pasalnya, sudah terlilit utang ditambah telat menyampaikan laporan keuangannya karena entitas anak dan entitas asosiasi terkonsolidasi ke dalam perseroan melakukan limited review atau audit laporan keuangan.

Direktur and Corporate Secretary BNBR RA Sri Dharmayanti mengatakan, alasan keterlambatan selalu disampaikan dalam surat pemberitahuan penyampaian laporan keuangan sebelum batas waktu penyampaian berakhir, “Perseroan telah berupaya agar laporan keuangan di tingkat entitas anak dan entitas asosiasi dapat diselesaikan sesuai jadwal. Namun apabila terdapat entitas anak dan entitas asosiasi yang melakukan limited review tentunya berpengaruh ke waktu penyampaian laporan keuangan perseroan secara konsolidasi, “katanya dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (24/9).

Dia juga menjelaskan, alasan lain terlambatnya laporan keuangan juga karena perseroan memiliki entitas asosiasi di luar negeri yang memiliki kepemilikan saham di Bumi Plc yang tercatat di Bursa Efek London, Inggris.

Selain itu, adanya perbedaan regulasi di luar negeri dan di dalam negeri juga menjadi permasalahan tersendiri, khususnya mengenai kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala.

Oleh karena itu, perseroan memiliki komitmen untuk berupaya semampunya agar penyampaian laporan keuangan perseroan dapat disampaikan tepat waktu. Adapun penyampaian laporan keuangan perseroan untuk pelaporan keuangan per 30 Juni 2012.

Sebelumnya, Bumi Plc yang memiliki 29% saham di PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menduga adanya potensi penyimpangan di Bumi Resources. Seperti dilansir dari Bloomberg, Bumi Plc membentuk komisi investigasi independen untuk mencari kebenaran kabar itu.

Guna mengonfirmasi, Bumi Plc juga akan menghubungi otoritas bursa Inggris dan Indonesia. "Dana development Bumi Resources akan menjadi fokus dari investigasi," jelas perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc.

Selain itu, ramainya kabar dugaan penyimpangan laporan keuangan Bumi Resources grup bisnis Bakrie telah memicu tekanan jual saham-saham grup Bakrie dan berimbas tergerusnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok cukup dalam pada perdagangan Senin awal pekan.

Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono menjelaskan, IHSG dibuka melemah mengikuti tekanan jual dari bursa regional Asia menyusul skema penyelesaian krisis utang Eropa yang tidak kunjung jelas."Selain itu pasar juga dipengaruhi oleh tekanan jual pada saham-saham Grup Bakrie," jelas Purwoko.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham teraktif yang diperdagangkan di bursa. Saham andalan Grup Bakrie ini tercatat ditransaksikan sebanyak 7.746 kali dengan nilai Rp239,27 miliar. Saham BUMI turun Rp160 atau 19% ke Rp680 per saham. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 654.751 lot.

Sementara sektor tambang yang menaungi BUMI turun sampai 74,95 poin atau 3,56%. IHSG juga turun 43,7 poin atau 1,03% menjadi 4.200,9. LQ45 turun 9,91 poin atau 1,65% menjadi 720,45. (bani)