Tingkatkan Investor Lokal Cegah Capital Outflow - Dominasi Asing Besar

NERACA

Jakarta – Masih besarnya porsi investasi asing di dalam negeri, rupanya masih menjadi alasan muda disetirnya industri pasar modal. Namun Namun hal tersebut tidak serta merta harus dikurangi investor asing, guna meningkatkan likuiditas pasar tetapi sebaiknya lebih diupayakan menambah investasi lokal.

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, porsi asing seperti halnya dalam SUN yang sebesar 70% bukan berarti harus dikurangi, namun bagaimana caranya market dibuat menarik sehingga investor lokal meningkat, “Kenyamanan investasi saat ini bukan berarti tanpa risiko. Dan risiko-risiko keuangan yang terjadi bukan lantaran sistemnya melainkan faktor-faktor yang tidak diperhitungkan datang dari luar, “katanya di Jakarta, Senin (24/9).

Menurutnya, banyak hal yang perlu diberi porsi perhatian lebih terutama agar market lebih menarik investor lokal, seperti tingkat keamanan, infrastruktur, IPF yang sedang dipersiapkan juga perhatian khusus kepada pasar modal syariah.

Oleh karena itu, dirinya mendorong peran pemodal domestik dalam perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini mengingat bursa saham Indonesia rentan terhadap capital outflow. “Peran domestik harus ditingkatkan karena kami tahu pasar modal tak seimbang rentan terhadap capital outflow atau hot money,”ungkapnya.

Saat ini kebijakan Amerika Serikat dan Eropa sendiri mempengaruhi bursa saham termasuk Indonesia, sehingga memang peran pemodal asing turut menyeimbangkan bursa saham Indonesia. Nurhaida mengakui, peran pemodal asing masih signifikan di pasar modal Indonesia. Hal ini dilihat dari net buy asing mencapai Rp15,8 triliun hingga kini.

Meski begitu, jumlah tersebut stagnan bila dibandingkan September tahun lalu. ”Per 21 september 2012, investor asing masih posisi net buy sekitar Rp15,8 triliun, nilai tersebut sama dengan September 2011, dimana posisi net buy asing Rp15,6 triliun. Namun, BEI masih menarik bagi pemodal asing. Inflow transaksi asing ikut membantu defisit neraca pembayaran kita,” kata Nurhaida.

Selain itu, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) juga masih dominan dengan nilai nilai kepemilikan sekitar 30% hingga kini. Sementara, kepemilikan asing di korporasi masih kecil sekitar 4,82%.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah bilang, investor asing memang masih menguasai kepemilikan saham di BEI dengan jumlah sekitar 58%. Namun kepemilikan saham oleh asing tersebut sebenarnya telah menurun.”Kalau tiga tahun lalu, kepemilikan saham oleh asing mencapai 70% dari total kepemilikan saham. Hal itu dikarenakan partisipasi investor domestik meningkat,”ungkapnya.

Kata Ito, meski nilai kepemilikan saham masih lebih banyak dikuasai asing, transaksi perdagangan saham didominasi oleh investor domestik. Berdasarkan data KSEI disebutkan, jumlah aset oleh investor asing sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan Juli 2012 yang mencapai Rp1,391.41 triliun. Sementara total aset oleh investor domestik mencapai Rp1,126.85 triliun pada Agustus 2012 dari Juli 2012 sebesar Rp1,151.47 triliun.

Adapun total aset tercatat sebesar Rp2,496.51 triliun. Nilai kepemilikan saham oleh investor asing mencapai Rp1,354.53 triliun pada Agustus 2012 (MoM) dari Rp1,375.60 triliun. Sementara nilai kepemilikan saham oleh investor domestik mencapai Rp930,20 triliun pada Agustus 2012 (MoM) dari Rp955,56 triliun. Total nilai kepemilikan saham mencapai Rp2,284.73 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Catatkan Investor Syariah Tertinggi - Bengkulu Tempati Urutan Ke-3 di Sumatera

NERACA Bengkulu – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuan investor pasar modal syariah di provinsi Bengkulu menempati urutan ke-3…

PNM Dorong UMKM di Jambi Tingkatkan Kompetensi Usaha

PNM Dorong UMKM di Jambi Tingkatkan Kompetensi Usaha NERACA Jambi - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) cabang Jambi mengundang pelaku…

Pemkot Palembang Tingkatkan Pelayanan Administrasi Terpadu

Pemkot Palembang Tingkatkan Pelayanan Administrasi Terpadu NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, berupaya meningkatkan Pelayanan Administrasi Terpadu…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

PEMBUKAAN GERAI MITRA10 KE 30

kiri ke kanan. Preskom Mitra10 Cosmas Batubara, Presdir Catur Sentosa Adiprana (CSAP) Budyanto Totong, Presdir Mitra10 Andy Totong, Direktur CSAP…

PENGEMBANGAN BANDARA BERBIAYA RENDAH

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) menyaksikan Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) bertukar naskah perjanjian kerja sama…

KONTRIBUSI TRANSPORTASI ONLINE PADA PEREKONOMIAN

kiri ke kanan. Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEBUI Paksi C.K. Walandouw, Peneliti Adjunct Alfindra Primaldhi dan Pengamat…