Bisnis Baru Adhi Karya di Proyek Monorail - Incar Kuasai 30% Kepmilikan Saham

NERACA

Jakarta – Rencana pemerintah daerah DKI Jakarta kembali membangun proyek monorail yang sempat tertunda, memberikan peluang baru bagi PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk masuk bukan lagi sebagai kontraktor tetapi menjadi pemegang saham didalamnya. Pasalnya, langkah ini sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Menurut analis dari Samuel Sekuritas Adrianus Bias, aksi korporasi yang dilakukan Adhi Karya akan menjadi daya tarik sendiri bagi pemegang saham. Bahkan langkah tersebut dinilai positif rencana ADHI mengincar 30% saham monorail. Saat ini, emiten diperdagangkan dengan PE 2012 sebesar 8,47 kali dan EV/EBITDA sebesar 4,05 kali dan oleh karena itu, dia menganjurkan saham Adhi Karya layak menjadi koleksi kedepan.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan pernah bilang, pihaknya berjanji akan meneruskan rencana pembangunan proyek monorail milik PT Adhi Karya Tbk serta jalan tol layang satu arah (contra flow) PT Jasa Marga Tbk kepada gubernur DKI terpilih, “Monorail dan `contra flow` akan kita purpose kembali ke gubernur terpilih,"katanya di Jakarta kemarin.

Kata Dahlan, kedua proyek ini cukup membutuhkan persetujuan dari pemerintah daerah DKI Jakarta. Bila persetujuan sudah diberikan, selanjutnya kedua BUMN segera merealisasikannya.

PT Adhi Karya Tbk akan membentuk konsorsium dengan beberapa BUMN untuk melanjutkan pembangunan monorail di Jakarta senilai Rp 3,7 triliun. Konsorsium tersebut nantinya akan menjadi pemegang saham baru PT Jakarta Monorail, dimana perseroan mengincar 30% dari saham perusahaan tersebut.

Saat ini, perseroan telah mengajukan proyek proposal monorel ke kementrian BUMN sekitar dua pekan lalu. Dari total investasi sebesar Rp3.7 triliun, sebesar 70% akan didanai oleh pinjaman bank sekitar Rp 2,6 triliun dan sedangkan 30% sisanya atau Rp1,1 triliun akan didanai dari kas konsorsium, yang artinya perseroan harus menyetor Rp335 miliar untuk menguasai 30% saham konsorsium.

Sementara Direktur Utama ADHI Kiswodarmawan menuturkan, pihaknya akan mengajak PT Industri Kereta Api Persero dan PT Len Industri Persero untuk membangun monorail. “Nantinya Industri Kereta Api (Inka) akan menjadi penyedia kereta, sedangkan Len untuk elektrifikasi sistem kereta, “ungkapnya.

Persiapan konstruksi monorail ini, lanjut Kiswodarmawan, diperkirakan membutuhkan waktu 2,5 tahun dengan masa konsesinya sekitar 30 tahun. Monorail diproyeksikan akan beroperasi penuh pada 2015 mendatang. Untuk tarif, penumpang akan dikenakan biaya Rp9.500 per orang, namun bila ada subsidi pemerintah maka biayanya Rp9.000.

Selain itu, kapasitas gerbong monorail ini dapat menampung 200 orang dengan kapasitas angkut 77.500 orang per arah per hari serta setiap empat menit kereta monorail akan datang. Sedangkan, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menambahkan, perseroan akan berencana membangun tol layang satu arah sepanjang 20 kilometer guna mengatasi kemacetan jalan tol Cimanggis-Taman Mini Indonesia-Cibubur-Semanggi. Diharapkan pada 2014 mendatang, tol layang ini sudah dapat beroperasi. (bani)

Related posts