Proyek Tol Desari Diharap Tak Terhambat

Selasa, 25/09/2012

NERACA

Depok—Pembangunan proyek infrastruktur jalan tol Depok-Antasari (Desari). Saat ini tol Desari sedang dalam tahap pematangan oleh tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T). "Setahu saya, mereka (P2T) sedang melanjutkan proses-proses. Baik itu identifikasi administrasi, maupun segera melakukan musyawarah soal harga, jadi enggak ada hambatan tergantung dari kecepatan mereka saja,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Depok

Selain itu, kata Nur Mahmudi, musyawarah tahap pertama dengan warga terkait pembebasan lahan sudah dilakukan namun belum terjadi penawaran harga. “Kalau dari sisi pengadaan tanah, apakah duitnya ada kita enggak tahu dari sana kan," ujarnya

Bahkan Nur Mahmudi juga mendorong agar Badan Pertanahan Negara (BPN) secara sungguh-sungguh memperbaiki kinerja dan mendorong program Land Reform. "Ini mengarah kepada land reform, pembebasan lahan yang timbulkan potensi konflik. Latar belakang belum sempurna,” tambahnya.

Sesuai amanah UU Pengadaan Tanah agar masalah pembebasan lahan di Depok yang menimbulkan potensi konflik bisa terselesaikan. “Tergantung dari BPN setempat atas konsolidasi yang dilakukan BPN, kami berharap proses-proses penyelesaian pertanahan di Depok, kalau masih ada masalah, harus diselesaikan cepat, memiliki rasa keadilan, agar ada kepastian hukum," tandasnya.

Seperti diketahui, Tol Desari menghubungkan antara Depok dengan Tangerang Selatan. Tol sepanjang 1,5 kilometer (km) itu nantinya dapat dilalui warga Depok yang akan ke Jakarta tanpa harus melalui Jalan Margonda. Sebanyak 3.213 ruas bidang tanah di delapan kelurahan akan dibebaskan. Delapan kelurahan yang terkena Tol Desari yaitu Kelurahan Pangkalan Jati (436), Gandul (98), Krukut (720), Grogol (402), Rangkapan Jaya Lama (327), Rangkapan Jaya Baru (572), Cipayung (375) dan Cipayung Jaya (278). Totalnya ada 3.213 ruas bidang tanah yang akan dibebaskan.

Sementara itu, Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin mengungkapkan, kemungkinan terbesar ruas jalan Cibubur-Senayan akan dibuat triple deck atau tiga tingkat. "Pak Dirut buka wacana, nanti triple decker, jadi tol existing Cibubur-Senayan, sama tol elevated, dan di atasnya monorel," jelasnya

Lebih lanjut, Hasan mengatakan, sebenarnya jalan tol Cibubur-Senayan akan memakan investasi yang sangat besar sekali, dan dinilai sangat akan membebankan para pengguna jalan nantinya. "Belum tentu batal, tapi kalau tarifnya Rp 28.000, dia tidak akan bisa mengatract kendaraan itu untuk bisa masuk. Sehingga tujuan kita untuk menyelesaikan lalu lintas itu tidak pas," tambahnya.

Dia menambahkan, Jasa Marga tidak mungkin mengerjakan proyek monorel sendiri. Nantinya, semua jalan ini akan berintegrasi satu sama lain, termasuk jalan tol layang Cibubur-Senayan yang menurutnya masih dalam pengkajian. "Paling kerjasama, supaya penumpang yang bisa move itu lebih banyak," tegasnya

Menurut Hasanudin, Jasa Marga hanya memiliki kapasitas sebagai operator jalan tol. "Tidak memungkinkan, kita bukan sebagai perusahaan monorel, tapi kalau hanya kontribusi sih masih bisa. Anggaran dasarnya kita perusahaan jalan tol," jelasnya. "Kalau properti masih bisa, bangun tempat istirahat. Jadi bangun yang tidak related sama jalan tol itu nggak bisa," terangnya. **cahyo