Proyek Tol Desari Diharap Tak Terhambat

NERACA

Depok—Pembangunan proyek infrastruktur jalan tol Depok-Antasari (Desari). Saat ini tol Desari sedang dalam tahap pematangan oleh tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T). "Setahu saya, mereka (P2T) sedang melanjutkan proses-proses. Baik itu identifikasi administrasi, maupun segera melakukan musyawarah soal harga, jadi enggak ada hambatan tergantung dari kecepatan mereka saja,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Depok

Selain itu, kata Nur Mahmudi, musyawarah tahap pertama dengan warga terkait pembebasan lahan sudah dilakukan namun belum terjadi penawaran harga. “Kalau dari sisi pengadaan tanah, apakah duitnya ada kita enggak tahu dari sana kan," ujarnya

Bahkan Nur Mahmudi juga mendorong agar Badan Pertanahan Negara (BPN) secara sungguh-sungguh memperbaiki kinerja dan mendorong program Land Reform. "Ini mengarah kepada land reform, pembebasan lahan yang timbulkan potensi konflik. Latar belakang belum sempurna,” tambahnya.

Sesuai amanah UU Pengadaan Tanah agar masalah pembebasan lahan di Depok yang menimbulkan potensi konflik bisa terselesaikan. “Tergantung dari BPN setempat atas konsolidasi yang dilakukan BPN, kami berharap proses-proses penyelesaian pertanahan di Depok, kalau masih ada masalah, harus diselesaikan cepat, memiliki rasa keadilan, agar ada kepastian hukum," tandasnya.

Seperti diketahui, Tol Desari menghubungkan antara Depok dengan Tangerang Selatan. Tol sepanjang 1,5 kilometer (km) itu nantinya dapat dilalui warga Depok yang akan ke Jakarta tanpa harus melalui Jalan Margonda. Sebanyak 3.213 ruas bidang tanah di delapan kelurahan akan dibebaskan. Delapan kelurahan yang terkena Tol Desari yaitu Kelurahan Pangkalan Jati (436), Gandul (98), Krukut (720), Grogol (402), Rangkapan Jaya Lama (327), Rangkapan Jaya Baru (572), Cipayung (375) dan Cipayung Jaya (278). Totalnya ada 3.213 ruas bidang tanah yang akan dibebaskan.

Sementara itu, Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin mengungkapkan, kemungkinan terbesar ruas jalan Cibubur-Senayan akan dibuat triple deck atau tiga tingkat. "Pak Dirut buka wacana, nanti triple decker, jadi tol existing Cibubur-Senayan, sama tol elevated, dan di atasnya monorel," jelasnya

Lebih lanjut, Hasan mengatakan, sebenarnya jalan tol Cibubur-Senayan akan memakan investasi yang sangat besar sekali, dan dinilai sangat akan membebankan para pengguna jalan nantinya. "Belum tentu batal, tapi kalau tarifnya Rp 28.000, dia tidak akan bisa mengatract kendaraan itu untuk bisa masuk. Sehingga tujuan kita untuk menyelesaikan lalu lintas itu tidak pas," tambahnya.

Dia menambahkan, Jasa Marga tidak mungkin mengerjakan proyek monorel sendiri. Nantinya, semua jalan ini akan berintegrasi satu sama lain, termasuk jalan tol layang Cibubur-Senayan yang menurutnya masih dalam pengkajian. "Paling kerjasama, supaya penumpang yang bisa move itu lebih banyak," tegasnya

Menurut Hasanudin, Jasa Marga hanya memiliki kapasitas sebagai operator jalan tol. "Tidak memungkinkan, kita bukan sebagai perusahaan monorel, tapi kalau hanya kontribusi sih masih bisa. Anggaran dasarnya kita perusahaan jalan tol," jelasnya. "Kalau properti masih bisa, bangun tempat istirahat. Jadi bangun yang tidak related sama jalan tol itu nggak bisa," terangnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

Tak Hanya Make Up Artis, HelloBeauty Hadirkan Beragam Layanan Kecantikan

Tak Hanya Make Up Artis, HelloBeauty Hadirkan Beragam Layanan Kecantikan NERACA Jakarta - Tampil cantik bak artis idola tentunya menjadi…

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…