Mandiri Sekuritas Targetkan Market Share Tumbuh 4% di 2013

Selasa, 25/09/2012

NERACA

Jakarta –Ketatnya persaingan industri penjamin efek, tidak membuat ciut PT Mandiri Sekuritas meraup pasar lebih besar. Bahkan perusahaan efek plat merah ini menargetkan market share bisa tumbuh 4% pada tahun depan.

Direktur Capital Market PT Mandiri Sekuritas Laksono Widodo mengatakan, pihaknya optimis dari rata-rata transaksi harian perdagangan saham sekitar Rp 100 miliar-Rp 120 miliar mampu mencapai pertumbuhan 4% ditahun 2013, “Dari posisi market share year to date 2012 sekitar 3,1%, market share ditargetkan bisa mencapai 4% tahun depan,”katanya di Jakarta, Senin (24/9).

Dia mengatakan, saat ini kenaikan rata-rata transaksi harian perdagangan saham tersebut juga didukung dari online trading PT Mandiri Sekuritas. Perseroan juga mencatat nasabah online trading PT Mandiri Sekuritas telah mencapai 5.000 nasabah. Adapun total nasabah reguler dan institusi perseroan sampai dengan saat ini mencapai 10 ribu.

Kata Laksono Widodo, untuk target sampai akhir tahun Mandiri Sekuritas menargetkan total nasabah dari reguler dan institusi bisa mencapai 11 ribu nasabah. Sementara, kontribusi pendapatan broker memiliki porsi sama yang berasal dari ritel, institusi domestik dan asing. Oleh karena itu, perseroan mengharapkan dana asing masuk sehingga volume dan transaksi perdagangan saham dapat menjadi lebih besar. “Sepertiga pendapatan broker equity saat ini berasal dari ritel, kemudian dari institusi domestik seperti asuransi, reksa dana, dan sepertiga lagi dari asing. Targetnya akhir tahun ini bisa membuka cabang di Singapura. Dengan inflow dari asing, volume akan lebih besar.” paparnya.

Perluas Pasar Internasional

Kemudian untuk meningkatkan likuiditas industri pasar modal dalam negeri, rencananya pada 27-28 September mendatang Mandiri Sekuritas akan mengajak 10 emiten mengikuti Indonesia Corporate Day di London. Kegiatan tersebut diharapkan bisa memperluas client base dan network di pasar Internasional, “Dengan acara ini para manajer investasi dapat memperoleh gambaran yang jelas, up date dan menyeluruh tentang berbagai hal termasuk rencana aksi korporasi yang akan dilakukan emiten,” jelas Laksono.

Pemilihan 10 emiten tersebut, menurut dia sudah dilakukan sejak awal tahun. Kesepuluh emiten tersebut terdiri dari Bank Mandiri, PT Aneka Tambang Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Jasa Marga Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Tambang Bukit Asam Tbk, dan empat perusahaan swasta yaitu Lippo Karawaci, PT Media Nusantara Citra Tbk, PT Tower Bersama Tbk, dan PT ABM Investama Tbk.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia bagus sehingga merupakan momen yang tepat untuk mengundang lebih banyak investor asing masuk ke pasar modal. Dia menilai, kesepuluh emiten tersebut diharapkan cukup capable merepresentasikan perekonomian di Indonesia.

Meski situasi pasar tahun ini sangat dipengaruhi oleh sentimen negatif krisis Eropa, lanjut dia, aktifitas transaksi investor asing di pasar sekunder terus meningkat. Hal itu ditopang oleh membaiknya kinerja emiten di Indonesia dengan potensi return masih besar.

“Iklim investasi Indonesia masih menarik bagi investor institusi asing yang terbukti dari meningkatnya minat asing pada penawaran saham perdana dan emisi obligasi sejumlah perusahaan di Indonesia.” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini, para investor bisa mendapatkan gambaran terkini tentang tinjauan dan prospek makro ekonomi, kinerja emiten dari beberapa sektor industri dan peluang investasi di pasar modal Indonesia kepada investor asing. (lia)