KDKE Bantu Minimalkan Resiko Bank

NERACA

Jakarta--Risiko operasional yang muncul dari teknologi dan sumber daya manusia (SDM) dalam industry perbankan menjadi catatan khusus dalam hal kejahatan perbankan (fraud). “Karena itu, Konsorsium Data Kerugian Eksternal (KDKE). Melalui pusat data tersebut, perbankan diyakini bisa mengantisipasi dan memitigasi risiko operasional secara optimal,” kata Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI), Mulya E Siregar di Jakarta,24/9

Lebih jauh kata Mulya, perbankan perlu memiliki manajemen yang tangguh, permodalan yang kuat, serta memiliki informasi yang memadai agar bisa memitigasi risiko operasional. "Beberapa kasus tindak pidana perbankan yang timbul akhir-akhir ini semakin mengonfirmasi terjadinya eskalasi risiko di bank," ujarnya

Saat ini, beberapa bank menurutnya sudah berupaya untuk mengumpulkan data-data guna memitigasi potensi risiko. Tetapi cara yang lebih efektif adalah dengan secara bersama-sama mengumpulkan data-data tersebut, sehingga bisa dipelajari. Perbankan di Inggris, Italia, Korea Selatan dan India misalnya, sudah melakukan hal itu dan dimotori oleh pihak swasta. "Kita harus mengubah paradigma yang menilai bahwa saling memberi informasi akan menjadi sumber kelemahan. Itu harus diubah. Justru, berbagi informasi akan meningkatkan jaringan dan kekuatan untuk membendung oknum-oknum dari eksternal yang ingin melemahkan sistem perbankan," paparnya

Sementara, Direktur LPPI, Muljana Soekarni mengatakan, KDKE tersebut saat ini beranggotakan 16 bank. Bank-bank tersebut yakni BCA, BNI, BTN, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Bukopin, BTPN, Bank Sahabat Sampoerna, Bank DKI, BPD Jateng, BPD DIY, Bank Nagari, BPD Jambi, Bank Sulselbar, BPD Kalteng, serta Bank Jabar Banten. Sedangkan untuk bank-bank lain masih dalam penjajakan."Pusat data yakni KDKE, bermanfaat untuk manajemen risiko perbankan. Melalui KDKE, bank bisa mengefektifitaskan good corporate governance, dan sebagai bahan pertimbangan perencanaan strategisnya," kata dia.

KDKE, lanjut Muljana, adalah pusat data kerugian eksternal yang memenuhi persyaratan dan terstandardisasi. Pusat data tersebut menghimpun seluruh data kerugian eksternal, yang kemudian digunakan kembali oleh bank sebagai resources untuk pengelolaan dan mitigasi risiko operasional. **ria

BERITA TERKAIT

Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel - Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

Bank Sumut Targetkan Kelola Dana Nasabah Prioritas Rp400 miliar

      NERACA   Medan - Bank Sumut menargetkan jumlah nasabah prioritas hingga akhir 2017 mencapai 300 dengan total…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…