Perbankan Asing Respon Positif Izin Berlapis

NERACA

Jakarta—Perbankan asing merespon positif rencana Bank Indonesia menerbitkan aturan izin berlapis bagi bank untuk mendorong perkembangan industri perbankan di Tanah Air. "Saya rasa itu bagus dan saya melihat pelaku industri pun terbuka dengan aturan yang idenya untuk mendorong pertumbuhan industri perbankan itu," kata Chief Country Officer Citibank Indonesia, Tigor M Siahaan di Jakarta, Senin.

Menurut Tigor, pemberlakuan regulasi yang didasari oleh besaran modal itu tidak akan memberatkan Citibank karena rasio kecukupan modal yang dimiliki Citibank saat ini merupakan salah satu yang tertinggi di industri yaitu sebesar 24 %. "Isunya adalah bagaimana dampaknya bagi bank yang kecil, mereka kemudian harus berpikir apakah akan menambah pemodalan, akusisi, atau bahkan dijual," tambahnya

Dengan penerapan aturan izin berlapis itu, kata Tigor, nantinya justru pertumbuhan industri perbankan di Indonesia akan lebih stabil karena bank lebih fokus terhadap bisnis usaha yang digarapnya.

Tigor juga mengatakan Citibank juga tidak masalah jika nantinya dalam aturan tersebut mensyaratkan bank asing berstatus badan hukum "Perseroan Terbatas (PT)". "Kami sebagai bank asing yang selama ini disupervisi oleh Bank Indonesia, yang nantinya beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akan mengikuti perkembangan aturan yang berlaku seperti apa nantinya," tegasnya.

Terkait kemungkinan Citibank melakukan akusisi terhadap bank kecil di Indonesia pasca pemberlakuan aturan tersebut, Tigor mengatakan pihaknya saat ini masih fokus untuk mendorong pertumbuhan organik. "Akuisisi itu mungkin bagus secara citra, tapi beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti kultur dan kecocokan nasabah mungkin akan menjadi kendala nantinya," ujarnya

Lebih jauh lagi Tigor menjelaskan Citibank akan terus menggali upaya bisnis baru, namun di lahan yang selama ini menjadi garapan mereka. "Kita objektif saja sesuai dengan kebutuhan nasabah karena kita ingin menjadi mitra kepercayaan dari nasabah kita," tuturnya

Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Mulya Siregar menjelaskan, berdasar aturan tersebut bank harus menyesuaikan tingkat pelayanan dengan besarnya modal yang dimiliki.

Peraturan tersebut akan membagi tingkat pelayanan dan modal dalam empat strata. Bank dengan tingkat pelayanan pada strata empat (IV) harus mempuyai modal dengan strata yang sama.

Jika bank mempunyai tingkat layanan dengan strata III namun dari segi modal hanya berada pada level I, maka bank tersebut akan diberi pilihan meningkatkan modalnya atau memangkas layanan. "Jika strata layanan dan modal berbeda, maka bank tersebut akan diberi pilihan, apakah menambah modal atau hanya melakukan kegiatan sesuai dengan kecukupan modalnya," pungkasnya. **ria

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Waspadai Ketidakpastian 2018 - MESKI PERTUMBUHAN EKONOMI 3 TAHUN TERAKHIR POSITIF

Jakarta-Meski pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren cukup positif, pemerintahan Jokowi-JK tetap harus fokus terus membenahi masalah ketimpangan…

Media Asing Soroti Kebijakan Polkam dan Ekonomi RI

NERACA Jakarta - Hasil riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2) menyebutkan, kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang telah melewati…

Elektronisasi Ancam Pekerja Tol dan Perbankan

Oleh: Adi Lazuardi Parman, sebut saja begitu namanya, tampak asyik menawarkan kartu elektronik dari sebuah bank plat merah di depan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…