Perbesar Portofolio Obligasi, Jamsostek Siapkan Dana Rp 14,4 Triliun

NERACA

Jakarta – Keyakinan masih berprospeknya pasar obligasi menjadi alasan PT Jamsostek untuk terus menambah portofolio investasi di surat utang atau obligasi. Bahkan hingga tahun depan, perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp14,4 triliun untuk dialokasikan membeli obligasi yang diterbitkan perusahaan milik negara (BUMN) maupun korporasi swasta.

Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya mengatakan, tahun 2013 pihaknya akan meningkatkan investasi obligasi 15-20% dibanding alokasi untuk tahun 2012 sekitar Rp12 triliun, “Peningkatan alokasi pada obligasi setiap tahun sejalan dengan kebijakan perusahaaan yang secara berkelanjutan meningkatkan portofolio investasi,”katanya di Jakarta, Senin (24/9).

Dia menjelaskan, pada tahun 2012 dari Rp12 triliun anggaran yang disiapkan untuk obligasi, sudah terserap sekitar Rp9 triliun. Tercatat sampai dengan akhir tahun 2012, dana tersisa sekitar Rp3 triliun yang siap dialokasikan untuk membeli obligasi yang diterbitkan empat sampai lima perusahaan.

Meski begitu, Elvyn tidak menyebutkan nama perusahaan penerbit obligasi yang akan dibidik perusahaan. Dirinya hanya menjelaskan, perseroan memiliki kriteria dalam membeli obligasi, antara lain minimal rating single A, kemudian ukurannya (size) besar.

Dia juga menambahkan, sejak tiga tahun terakhir perseroan memiliki teknik dalam mengalokasikan aset investasi. "Obligasi masih merupakan alokasi terbesar yang mencapai 42-45%, di susul deposito berjangka 28-32%, saham 18-22%, 8% reksadana, sedangkan properti dan penyertaan empat sampai delapan persen,”ungkapnya.

Asal tahu saja, pada tahun ini dana kelolaan perseroan mencapai Rp125,7 triliun dengan hasil investasi Rp12,2 triliun. Dimana dana tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai sekitra Rp 116 triliun. Kondisi ini disebabkan, faktor pengelolaan yang semakin profesional.

Sebagai informasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini terdapat sembilan perusahaan yang siap menerbitkan obligasi dengan total nilai emisi berkisar Rp6,6 triliun, antara lain PT Bank Pembangunan Daerah Lampung senilai Rp500 miliar, PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) Rp1 triliun.

Selanjutnya obligasi PT Greenwood Sejahtera (GWSA) Rp500 miliar, PT Surya Semester Internusa (SSIA) Rp500 miliar, PT CIMB Niaga Auto Finance Rp500 miliar, obligasi PT Sumberdaya Sewatama Rp700 miliar beserta penerbitan Sukuk Rp100 miliar, obligasi PT Bank Himpunan Saudara 1906 (SDRA) Rp100 miliar dan obligasi subordinasi (sub debt) Rp200 miliar. Dari sederet nama tersebut hanya terdapat satu BUMN yaitu PT Permodalan Nasional Madani dengan nilai obligasi sebesar Rp500 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemprov DKI Siapkan MRT Tahap II

      NERACA   Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tahap…

Bayar Utang Anak Usaha - VIVA Cari Dana Lewat Private Placement

NERACA Jakarta — Tambah modal untuk mendanai ekspansi bisins dan juga melunasi utang, PT Visi Media Asia Tbk akan melakukan…

Defisit APBN Hingga Februari Rp54,6 Triliun

  NERACA   Jakarta - Realisasi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2019 mencapai Rp54,6 triliun atau 0,34…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…