Bank DKI Incar Segmen Industri - Buka Cabang Di Jababeka

NERACA

Jakarta –Bank DKI terus meluaskan kekuatanya hingga ke Jababeka. Alasanya pembukaan kantor itu semata-mata guna menjaring kalangan Industri. “Bank DKI melihat wilayah Jababeka di Cikarang merupakan salah satu pusat industry nasional dimana nilai ekspornya mampu bersaing dengan Batam,” kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono di Jakarta,24/9

Lebih jauh kata Eko, saat ini Cikarang merupakan kawasan industri yang potensial mengingat sekitar 2.125 unit pabrik yang berasal dari 29 negara berlokasi di kawasan tersebut. “Jababeka merupakan kota kawasan industri terbesar di Indonesia,” tegasnya

Saat ini luasnya mencapai 5.600 hektar, dengan hampir 4.600 hektar lahan telah terbangun. Banyak pabrik-pabrik besar (manufaktur) baik lokal maupun multinasional, yang mengoperasikan kegiatannya di kawasan industry ini. Tercatat sekitar 1.500 pabrik sudah berdiri. Pabrik-pabrik multinasional berasal dari 29 negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Inggris, Belanda, Australia, Korea, Singapura, Taiwan, Malaysia, dan lainnya.

Potensi perekonomian tersebut merupakan kesempatan yang sangat besar bagi Bank DKI untuk turut memasarkan Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Selain itu banyaknya tenaga kerja yang tersedia di perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan Jababeka, membuka peluang bagi Bank DKI untuk memasarkan produk dana pihak ketiga, ataupun kredit multiguna. Pembukaan kantor di Jababeka tersebut juga memperkuat jaringan kantor Bank DKI yang ada di wilayah Cikarang sebelumnya yakni Capem Cikarang dan Kantor Kas Syariah RS Annisa Cikarang.

Selain peresmian kantor layanan di Jababeka, Cikarang, pada hari yang sama Bank DKI juga meningkatkan status kantor di Walikota Jakarta Utara dari setingkat Cabang Pembantu menjadi setingkat Cabang. Peningkatan ini dimaksudkan untuk meningkat kan kualitas pelayanan kepada captive market yakni PNS di wilayah Jakarta Utara serta memperluas jaringan pemasaran Bank DKI. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Ribuan Bisnis UKM Siap Terbitkan Saham di Santara

    NERACA   Jakarta - Setelah mendapatkan izin resmi OJK, Santara platform layanan urun dana siap meluncurkan portfolio bisnis…

Mas Coin Tawarkan Lima Kelebihan Token Utilitas

NERACA Jakarta - Mas Coin, token utilitas hasil kerja sama antara perusahaan penerbit mata uang, Black G dan exchange Latoken…

Bithumb Global Umumkan Generasi Terbaru Pertukaran Aset Digital

  NERACA Jakarta - Bithumb Global, platform global untuk Bithumb Korea – Korea Selatan top pertukaran aset digital, mengumumkan fitur…