Kemenhut Dorong Swasta Investasi di TN Komodo

NERACA

NTT-Sejak ditetapkan menjadi salah satu keajaiban dunia, Kementerian Kehutanan mengaku tengah mengajak pihak swasta untuk terlibat membangun Taman Nasional Komodo. Oleh karena itu penting rasanya untuk bisa mengembangkan pulau komodo dengan mengajak investor untuk terlibat dalam pengembangan taman nasional komodo. "Sejauh ini, sudah ada satu perusahaan swasta yang mau bersama kami untuk mengembangkan Pulau Komodo,” kata Direktur Jenderal Pelestarian Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Ahmad Darori kepada Neraca di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/9).

Darori mengatakan penting rasanya untuk bisa mengembangkan pulau komodo dengan mengajak investor untuk terlibat dalam pengembangan taman nasional komodo. "Sejauh ini, sudah ada satu perusahaan swasta yang mau bersama kami untuk mengembangkan Pulau Komodo,” katanya.

Lebih jauh kata Darori, pengembangannya sendiri baru akan dimulai pada awal 2013. "Kalau pihak swasta kan tidak bisa ditarget. Tetapi lebih cepat maka lebih baik," ujarnya.

Namun demikian, Kemenhut akan terlebih dahulu memeriksa rekening koran dan cash flow pihak swasta tersebut. Hal ini menurut dia agar tidak salah pilih.

Dikatakan Darori, nantinya pihak swasta tidak akan membangun hotel-hotel atau penginapan di pulau komodo, melainkan membangun restoran-restoran, membangun jalan disekitar taman nasional komodo. "Fokus utama kita adalah bagaimana membuat para turis bisa nyaman berada di pulau komodo,” ungkapnya.

Bahkan Darori menantang agar ada menu khas Indonesia yang benar-benar baru. “Apakah dengan membuat restoran dengan berbagai macam menu khas Indonesia ataupun khas Eropa, tempat memutar film khusus komodo, mengatur ulang tempat pembelian souvenir dan membenahi jalan di pulau ini," ujarnya.

Terkait dengan besaran investasi yang dilakukan oleh pihak swasta di Pulau Komodo, Daruri enggan menjelaskan secara rinci berapa besarannya. "Investasi disini cukup besar. Mungkin sekitar ratusan miliar," tambahnya.

Selain menjaga Pulau Komodo beserta hewan Komodonya, Kementerian Kehutanan juga tetap menjaga wilayah laut disekitar Pulau Komodo. Pasalnya selama ini, di daerah Pulau Komodo banyak sekali ikan-ikan yang bertebaran. Cenderung para nelayan mengambil ikan dengan menggunakan atau potasium. Hal itulah yang bisa membuat terumbu karang dan habitat ikan lainnya menjadi terganggu.

Dengan bagitu, pihaknya telah menyiapkan upaya-upaya agar kelestarian alam di Pulau Komodo tetap terjaga. Salah satunya adalah dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang bahayanya mengambil ikan dengan mengebom. "Kami telah memberikan penyuluhan kepada warga sekitar," imbuhnya.

Namun, yang menjadi permasalahan adalah sebagian besar pengebom bukan dari daerah Manggarai Barat. "Jadinya kita semakin susah. Terlebih mereka dilengkapi dengan peralatan canggih," ujarnya. **bari

BERITA TERKAIT

Dewan Dorong Pemkot Sukabumi Bangun Gudang Aset

Dewan Dorong Pemkot Sukabumi Bangun Gudang Aset NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Sukabumi mendukung penuh jika…

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia

Kejagung Usut Usulan Investasi Pertamina di Australia  NERACA Jakarta - Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) mengusut…

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…