Dukungan untuk Penderita Diabetes Penting

NERACA

Diabetesi memerlukan diet dengan panatalaksanaan yang khusus. Adanya diabetesi yang mau mendedikasikan dirinya untuk menjadi Pandu Diabetes bagi diabetesi yang lain adalah cara yang sangat tepat agar penyandang diabetes semakin sadar dan mudah menjalani pola hidup yang bisa mendukung kesehatannya.

Menurut Product Marketing Manager Soyjoy , Adhalia Latjeno, Soyjoy sebagai cemilan sehat yang sudah terbukti memiliki indeks Glikemik rendah dan merupakan cemilan yang baik bagi penderita diabetes merasa perlu mendukung penyelenggaraan seleksi nasional Pandu Diabetes tersebut.

Di dalam menjalani hidup sebagai diabetesi, perlu diperhatikan diet-kontrol-olahraga (DKO). Di dalam penatalaksanaan diet, diabetesi harus memperhatikan jumlah-jenis-jadwal makan termasuk dalam hal mengonsumsi cemilan. “oyjoysebagai cemilan sehat yang boleh dikonsumsi oleh diabetesi, melihat bahwa dukungan terhadap kegiatan edukasi ini akan sangat berarti bagi pencegahan diabetes itu sendiri dan menyerukan kembali pentingnya bagaimana hidup optimal sebagai seorang diabetesi,” ungkap Adhalia.

Dalam seleksi ini, Soyjoy memberikan materi mengenai pentingnya glikemik indeks di dalam penatalaksanaan pola makan Diabetes Mellitus khususnya type 2. Selain itu Soyjoy juga memberikan tes tertulis berupa pilihan ganda yang harus dijawab oleh peserta seleksi.

Panita seleksi juga memberikan ujian tertulis mengenai pengetahuan diabetes umum dan penatalaksanaannya. Ujian ditujukan sebagai kriteria penilaian untuk menjadi Pandu Diabetes. Seorang Pandu Diabetes harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai seluruh pola hidup sehat bagi diabetesi mulai dari diet, kontrol, dan olah raga agar ia dapat menjadi pandu atau panutan bagi sesama diabetesi. Karena itu calon Pandu Diabetes wajib memberikan edukasi berbagai informasi, pengalaman mengenai hidup dengan diabetes dan bagaimana menjalani hidup dengannya lebih optimal.

Seleksi Pandu Diabetes ini merupakan bagian penting dari perkemahan Diabetes Nasional yang rutin diadakan Persadia sejak 1992. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru mengenai Diabetes Melitus dari sudut pandang Ilmu Kedokteran, Nutrisi, dan pengobatan. Selain para diabitesi, perkemahan diikuti oleh ahli dan tenaga medis mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan ahli gizi yang tertarik dengan penyakit dibites militus.

BERITA TERKAIT

Kampung Batik Semarang Terus Bersolek Untuk Sambut Wisatawan

Pemerintah Kota Semarang terus mempercantik Kampung Batik dengan menjadikannya kampung tematik agar semakin menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara…

Ada Virus Positif Astra di Festival Kampung Berseri - Langkah Kongkrit Untuk Warga Kupang

Berangkat dari kepedulian terhadap keterbelakangan dunia pendidikan bagi siswa di Indonesia timur, khususnya di Kupang membuat Astra Grup untuk terjun…

Indonesia Punya Terobosan Baru Untuk Obati Kanker Paru

Pengobatan kanker paru di Indonesia saat ini tak lagi hanya mengandalkan bedah, kemoterapi dan radioterapi. Kini, ada terobosan baru yang…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menkes Ingatkan Apotek dan Apoteker Hanya Jual Obat dengan Resep Dokter

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan apoteker hanya menjual obat dengan resep dokter guna mencegah penyebaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat.…

Anak Sekolah Paling Rentan Terkena DBD

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue."Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas…

Kemenkes Jadikan Kulon Progo Lokasi Demonstrasi Vaksinasi HPV

Kementerian Kesehatan menjadikan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melaksanakan program demonstrasi vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), pemicu kanker…