Pemanfaatan Laboratorium Sekolah Masih Minim

Sabtu, 29/09/2012

NERACA

Kurang terperhatikannya pengelolaan laboratorium, menyebabkan minimnya pengetahuan siswa tentang pelajaran yang diterima dalam kelas.

Selain perpustakaan, sarana prasarana yang tak kalah pentingnya adalah laboratorium penelitian. Laboratorium penelitian sangat diperlukan karena di sanalah para siswa dan siswi bisa bereksprimental untuk menemukan sesuatu yang baru, dan untuk meneliti hal-hal yang hanya mereka lihat pada teori atau buku saja.

Dilihat dari fungsinya, laboratorium adalah sarana untuk melakukan praktik atau penerapan atas teori, penelitian dan pengembangan keilmuan, sehingga menjadi unsur penting dalam kegiatan pendidikan dan penelitian, khususnya di bidang pembelajaran.

Selain itu, laboratorium juga berfungsi sebagai tempat bagi guru untuk mendalami konsep, mengembangkan metode pembelajaran, memperkaya pengetahuan dan keterampilan, dan sebagainya.

Sedangkan bagi siswa, laboratorium dapat berfungsi sebagai tempat untuk belajar memahami karakteristik alam dan lingkungan melalui optimalisasi keterampilan proses serta mengembangkan sikap ilmiah. Jadi laboratorium sangat diperlukan dalam pembentukan sikap ilmiah siswa.

Dalam kenyataannya, pemanfaatan keberadaan laboratorium di sekolah-sekolah masih sangat minim. Tak sedikit sekolah yang memiliki laboratorium lengkap, tetapi tidak digunakan dengan maksimal.

Selain itu masih banyak sekolah-sekolah yang memiliki laboratorium yang kurang lengkap. Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakai laboratorium dalam melakukan aktivitasnya.

Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum (utilitas) dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik, gas.

Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelair, contohnya meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, dan ruang timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dll.

Kurang terperhatikannya pengelolaan laboratorium, menyebabkan minimnya pengetahuan siswa tentang pelajaran yang diterima dalam kelas. Mereka hanya sebatas mengetahui teori, tanpa mengerti praktik ilmiahnya.

Hal ini diperparah oleh kenyataan bahwa saat ini belum banyak sekolah memiliki Kepala Laboratorium yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang tertuang dalam Permendiknas nomor 26/2008 dan memiliki sertifikat sebagai Kepala Laboratorium. Kepala laboratorium merupakan unsur terpenting dalam suatu laboratorium.

Sesuai dengan tupoksinya, kepala laboratorium IPA di antaranya harus mampu mengelola semua hal yang berhubungan dengan laboratorium, yaitu personil, peralatan dan bahan, sarana dan prasarana, serta kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium.

Oleh sebab itu, diperlukan usaha dari pihak terkait untuk memberdayakan dan mengaktifkan kembali fungsi laboratorium di sekolah-sekolah demi meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.