Mengenali Jenis Investasi Bodong

Sabtu, 29/09/2012

NERACA

Investasi merupakan aktivitas keuangan di mana si investor menempatkan sejumlah dana ke sebuah instrumen keuangan dengan mengharapkan imbal hasil tertentu. Semakin tinggi potensi imbal hasil yang akan diperoleh, semakin tinggi pula risikonya.

Dengan melihat cara kerjanya penipuan berkedok investasi tampak seperti investasi biasa. Umumnya, investasi ini disajikan dengan gaya yang profesional, serius, dan kadang kala memiliki kantor fisik yang tidak kalah prestis dengan bank. Namun, salah satu ciri khas dari investasi bodong semacam ini adalah selalu menawarkan tingkat imbal hasil yang jauh lebih tinggi ketimbang investasi umum sejenis.

Beberapa di antaranya bahkan berani menjanjikan tingkat imbal hasil 2% per bulan untuk investasi dalam Dolar Amerika! Padahal, investasi sejenis di pasar hanya ditawarkan dengan tingkat imbal hasil 3% per tahun.

Selain itu, kesuksesan berinvestasi dijanjikan mudah diperoleh dan risiko hampir tidak ada. Bunga yang dijanjikan juga terus dibayar, begitu kata seorang teman yang ikut investasi semacam itu dan suatu ketika akhirnya menjadi korban.

Kesejahteraan keuangan selalu membutuhkan kerja keras, good money habit, dan perencanaan investasi yang matang. Jangan takut pada pasang surut hasil investasi. Bahkan, Warren Buffet saja pernah mengalaminya.

Kembali ke penipuan berkedok investasi, umumnya ada dua skema yang biasa ditawarkan: skema piramida dan skema ponzi. Yuk kita cermati dua macam skema itu satu per satu agar kita bisa segera mengenali saat menerima tawaran investasi berbahaya ini.

Bentuk Piramida

Secara sederhana, skema piramida menjanjikan Anda memperoleh uang berlebih. Pertama, Anda diwajibkan menyetor dana kepada orang yang merekrut Anda. Kedua, Anda pun punya kewajiban merekrut anggota baru yang pada akhirnya juga menyetorkan uang kepada Anda dan seterusnya.

Skema ini akan membentuk lapisan demi lapisan menjadi sebuah piramida. Namun, pada akhirnya, piramida ini akan hancur, setelah itu para anggota baru sadar terkena tipuan investasi semacam ini.

Sekilas mirip bisnis multi-level marketing. Benar, karena bedanya tipis sekali.

Skema Ponzi

Salah satu skema tipuan berkedok investasi yang paling popular dan sederhana adalah skema Ponzi. Seorang promoter akan mengiming-imingi calon investor dengan tingkat imbal hasil (return) yang supertinggi. Kata dia dananya ditempatkan super aman.

Cara kerjanya, sebagian uang yang disetorkan investor digunakan untuk membayar bunga kepada investor lain. Sebagian lagi tentu untuk si promoter. Bunga umumnya akan terus dibayarkan hingga 1 tahun sampai 2 tahun sehingga investor awal akan merasa bahwa investasinya aman. Dengan cara ini, investor akan tergiur menambah dana investasi sekaligus mengajak investor baru.