Waspadai Jenis Investasi Bodong

Sabtu, 29/09/2012

Investasi memang sangat penting untuk masa depan, dengan harapan keuntungan yang besar yang didapat, namun, belakangan ini banyak kasus yang berkedok investasi tapi kenyataannya bodong. Alih-alih berharap meraup untung, justru jadi buntung.

NERACA

Begitu banyaknya minat masyarakat untuk investasi, namun di balik dengan meningkatnya minat masyarakat, segelintir orang memanfaatkan bisnis investasi dengan menjanjikan bunga yang cukup tinggi atau ditukarkan dalam bentuk barang. Namun, bukan uang atau barang yang didapat tetapi uang yang diinvestasikan dibawa kabur.

Pengamat Ekonom Irianto mengatakan, sudah banyak kasus dengan berkedok investasi, sebelumnya para investor memang tidak pernah diberitahukan perusahaan itu akan memutar uang investor ke mana. Pasalnya, tidak ada produk yang dijual dari bisnis ini. "Tapi kami percaya. Saya sendiri percaya karena pas awal saya setor Rp 10 juta, bulan besoknya saya dapat Rp 30 juta,"

Praktik bisnis investasi bodong dengan pola mirip multi level marketing (MLM) mulai marak terungkap ke publik. Dua kasus yang belakangan ini terjadi menimpa Koperasi Langit Biru (KLB) dan PT Gradasi Anak Negeri (GAN), tuturnya.

Para petinggi kedua perusahaan itu pun kabur, sementara uang miliaran hingga triliunan rupiah milik investor tiba-tiba saja raib. Iming-iming keuntungan jutaan hingga miliaran rupiah ternyata hanya tinggal janji. Berharap untung, justru buntung yang didapat.

Koperasi Langit Biru (KLB)

Sebelum berdiri, Koperasi Langit Biru bernama PT Transindo Jaya Komara (TJK). Jenis usaha mereka adalah pengelolaan daging dan hasil peternakan, bekerja sama dengan 62 penyuplai daging sapi. Perusahaan itu milik Jaya Komara, seorang mantan penjual kerupuk.

Jaya Komara dalam koperasi ini juga memiliki posisi tertinggi, yakni Direktur Utama. Untuk menjaring investor, PT KLB menawarkan dua paket investasi, yakni investasi paket kecil dan investasi paket besar. Investasi paket kecil bernilai Rp 385.000 atau setara dengan harga 5 kilogram daging dan investasi paket besar dengan nilai Rp 9,2 juta atau sama dengan 100 kilogram daging sapi.

Profit yang didapat pada investasi paket kecil yang ditawarkan KLB adalah Rp 10.000 per hari. Angka itu akan dibagi kepada perusahaan Rp 9.000, sementara investor Rp 1.000. Dengan demikian, dalam satu bulan, investor mendapat profit sebesar Rp 150.000.

Dengan tawaran yang menggiurkan itu, KLB akhirnya berhasil menghimpun 125.000 anggota dengan nilai total investasi mencapai Rp 6 triliun. Pihak KLB menjanjikan bahwa dana investasi itu akan diputarkan untuk menjalankan bisnis di daerah

Investasi ini biasanya dana yang di dapat untuk lubang-tutup lubang atau hanya mengandalkan uang setoran investor baru yang masuk untuk membayar bonus investor lama. Namun, pada bulan-bulan berikut tidak ada lagi dana yang di dapat para investor.

Salah satu perusahaan yang berkedok investasi yaitu, PT Gradasi Anak Negeri (GAN) didirikan pada Januari 2012. Perusahaan ini telah memiliki investor sebanyak 21.000 orang dengan dana investasi mencapai Rp 390 miliar. Untuk menjaring investor, PT GAN menawarkan paket investasi atas Sarden Kiku dengan keuntungan mencapai 10% dari modal awalnya setiap minggu. Sistem investasi yang ditawarkan PT GAN adalah dengan memberikan modal awal minimal Rp 5 juta kepada agen yang menawarkan paket.

Calon investor dijanjikan akan mendapat 10% dari modal awal saat pekan kedua. Setelah itu, investor akan kembali mendapatkan profit sebesar 10% setiap minggunya hingga minggu ke-52. Bonus tambahan juga diperoleh investor jika berhasil menarik investor baru. Seluruh bonus diberikan secara tunai dan menyerahkan cek.

Namun, pada bulan April-Mei 2012, arus penyerahan bonus itu kemudian macet. Hal ini baru diketahui setelah ada beberapa investor yang tidak dapat mencairkan cek bonus yang diberikan.

Masyarkat begitu percayanya dengan berbagai jenis investasi yang di tawarkan oleh perusahaan yang tidak begitu di kenal, dengan bunga yang cukup besar masyarakat gampang terpengaruh dengan janji yang diberikan oleh perusahaan investasi.