Penduduk Tak Miskin Diprediksi Capai 136 Juta

Senin, 24/09/2012

NERACA

Semarang—Pemerintah mengatakan saat ini sebanyak 136 juta penduduk sudah tidak lagi miskin dan sebagai modal menjadikan Indonesia negara maju. "Mereka ini sudah tidak lagi miskin. Dalam artian, misalnya, sudah tidak lagi mikir besok makan apa? Punya beras atau tidak? Lebaran bisa beli baju baru apa tidak?," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan di Semarang, Minggu.

Menurut Dahlan, jumlah penduduk yang sudah tidak miskin sebanyak itu bisa menjadi modal luar biasa bagi Indonesia untuk menjadi negara maju dalam 10 tahun ke depan. "Jangan hanya melihat penduduk miskinnya terus. Memang, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih sekitar 36 juta orang. Itu menjadi persoalan yang memang harus diselesaikan.," tambahnya

Dahlan optimistis Indonesia akan menjadi negara maju dengan melihat perkembangan ekonomi penduduk Indonesia dewasa ini. "Pendapatan per kapita penduduk Indonesia sekarang ini sudah mencapai 3.500 dollar AS. Jauh lebih besar dibandingkan saya muda dulu, bisa 35 kali lipatnya. Dalam 10 tahun ke depan bisa naik 2-3 kali lipat," ujarnya

Dalam kesempatan itu, Dahlan juga mengundang beberapa mahasiswa peserta kuliah umum maju ke panggung yang sudah berwirausaha untuk menceritakan pengalamannya dalam berwirausaha selama ini.

Lebih jauh Dahlan menyampaikan maksudnya mengundang para mahasiswa yang sudah berwirausaha itu untuk mengajak para peserta lainnya yang memiliki minat berwirausaha agar memulainya sejak dini. "Mulai dari bisnis yang kecil kemudian berkembang menjadi besar. Tidak ada rumusnya jadi pengusaha tiba-tiba langsung besar. Tetapi, harus memulai dari kecil dulu sebelum menjadi besar," paparnya.

Ditempat terpisah, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan kelas menengah penduduk Indonesia cukup berkembang pesat, menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. "Kelas menengah kami merupakan yang terbesar dan tercepat mengalami pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara," ujarnya

Menurut Hatta, pertumbuhan kelas menengah ditengarai sebagai salah satu pemutar roda perekonomian. Paling tidak konsumsi kelas menengah ini telah menyumbang 70% dari pertumbuhan ekonomi. "Peningkatan jumlah kelas menengah di negara-negara berkembang telah membuat tren konsumsi dalam negeri meningkat. Hal ini secara bertahap akan menjadi sumber pertumbuhan global berkelanjutan," terangnya

Menurut Hatta, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia tergolong sangat cepat. Berdasarkan data Bank Dunia, tahun 2003 jumlah kelas menengah di Indonesia hanya sebesar 37,7%, tapi pada 2010 mencapai 134 juta jiwa atau 56,6%.

Dikatakan Hatta, kinerja ekonomi Indonesia telah terbukti cukup tangguh. Indikasinya dapat dilihat saat krisis ekonomi global berlangsung, ekonomi Indonesia terus tumbuh dengan tren di atas 6,0% dalam tiga tahun terakhir. "Kami memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 6,5% pada tahun 2012 dan menjadi 6,8% pada tahun 2013," jelasnya

Meskipun demikian, dalam pidato itu Hatta juga mengajak bangsa Indonesia untuk senantiasa waspada terhadap ancaman krisi global mengingat kesehatan ekonomi Indonesia juga tergantung pada kondisi ekonomi global. "Karena itu kami berharap Eropa akan mampu menyelesaikan krisis ekonomi saat ini segera mungkin. Hal itu akan memberikan kontribusi bagi keseimbangan dan pertumbuhan berkelanjutan ekonomi global," katanya.

Terkait MP3EI, Hatta menegaskan bahwa MP3EI merupakan perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia masa depan. "MP3EI mempunyai tiga strategi utama,”pungkasnya. **bari/cahyo