Awal Pekan, IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan lalu ditutup menguat 27,105 poin (0,64%) ke level 4.244,621. Sementara Indeks LQ45 menguat ke level 4,920 poin (0,68%) ke level 730,371. Aksi beli yang dilakukan investor lokal mampu meredam sentimen indeks terhadap pemodal asing yang sebaliknya banyak melepas saham untuk ambil untung.

Tercatat saham-saham tambang dan aneka industri paling banyak diincar oleh investor. Sedangkan saham konsumer dan agrikultur menjadi bulan-bulanan akibat aksi jual. Menurut analis Trust Securities Reza Priyambada, menguatnya saham-saham sektor aneka industri seperti Astra International (ASII) dan Indomobil Sukses internasional (IMAS).

"Ekspektasi pelaku pasar terhadap perusahaan otomotif di dalam negeri akan membukukan kinerja yang meningkat, hal itu dikarenakan dalam 'Indonesia International Motor Show' (IIMS) tahun ini penjualan mobil diperkirakan meningkat," katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, perkiraan pasar akan meningkatnya penjualan otomotif di dalam negeri mendorong pelaku pasar mengambil posisi pada saham-saham otomotif. Selain itu, lanjut dia, meningkatnya harga komoditas global juga mendorong saham sektor pertambangan di dalam negeri juga meningkat. "Setelah saham sektor otomotif, saham sektor pertambangan turut membantu kenaikan indeks BEI pada akhir pekan," ujarnya.

Berikutnya, Senin awal pekan indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan mempertahankan penguatan. Indeks sendiri diperkirakan akan berada di level 4.244-4.250. Perdagangan saham Jum’at akhir pekan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 130.191 kali pada volume 6,144 miliar lembar saham senilai Rp 4,958 triliun. Sebanyak 134 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum dan kompak bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan akhir pekan. Posisi pasar saham yang sudah turun kemarin dimanfaatkan untuk aksi beli oleh pelaku pasar regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bayan (BYAN) naik Rp 1.300 ke Rp 12.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.050 ke Rp 42.000, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 21.900, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 52.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 47.250, Lion Metal (LION) turun Rp 400 ke Rp 9.550, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 21.700, dan Indosat (ISAT) turun Rp 350 ke Rp 5.350.

Sebaliknya menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup terpangkas 7,296 poin (0,17%) ke level 4.210,220. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 1,418 poin (0,20%) ke level 724,033. Indeks hanya bertahan sebentar di zona hijau. Setelah mencapai posisi tertingginya 4.210,851 indeks langsung jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung.

Untungnya, koreksi indeks tidak terlalu dalam sehingga masih berada di level psikologis 4.200. Penguatan saham-saham lapis dua menopang koreksi yang terjadi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.059 kali pada volume 2,323 miliar lembar saham senilai Rp 1,668 triliun. Sebanyak 89 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 700 ke Rp 52.650, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 250 ke Rp 6.500, (SMMA) naik Rp 225 ke Rp 4.475, dan Inovisi (INVS) naik Rp 200 ke Rp 6.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 47.050, Lionmesh (LMSH) turun Rp 800 ke Rp 7.500, Lion Metal (LION) turun Rp 400 ke Rp 9.550, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 16.000.

Kemudian diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 8,77 poin atau 0,21% ke posisi 4.226,29. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,23 poin (0,31%) ke level 727,69. minimnya sentimen di dalam negeri membuat indeks BEI mengikuti pergerakan bursa saham eksternal.

Kemudian, data klaim pengangguran dan manufaktur Amerika Serikat (AS) dinilai pasar sesuai ekspektasi sehingga membuat bursa saham AS positif dan mampu menahan pelemahan bursa saham Asia di hari ini.

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, sentimen positif dari langkah Bank Sentral Jepang melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi dari pasar, mengikuti langkah the Fed dan ECB masih diapresiasi pasar.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 132,18 poin (0,64%) ke level 20.723,10, indeks Nikkei-225 naik 29,20 poin (0,32%) ke level 9.116,18, dan Straits Times menguat 5,82 poin (0,19%) ke level 3.068,25. (bani)

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…