Erajaya Swasembada Lepas 241 Juta Saham

Senin, 24/09/2012

Saham Erajaya Swasemba Tbk (ERAA) menjadi top foreign Sell mencapai 68,9 juta saham dari volume perdagangan 40,6 juta saham senilai Rp80,3 miliar. Demikian informasi yang diperoleh dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta akhir pekan kemarin.

Saham PT Erajaya Swasemba Tbk (ERAA) mengalami penjualan dengan harga per saham Rp1.950 per saham sejumlah 241 juta saham pada 20 September 2012. Penjualan tersebut dilakukan salah satu pemegang saham yaitu PT Eralink International dengan nilai penjualan Rp469,95 miliar.

Direktur Marketing dan Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk, Djatmiko Wardoyo mengatakan, pelepasan saham kembali oleh pemegang saham utama tersebut memang sesuai rencana awal saat penawaran saham perdana.

Penjualan saham oleh pemegang saham utama PT Erajaya Swasembada Tbk, menurut Djatmiko membuat free float saham perseroan di atas 40%. Dengan free float saham sebesar 40% tersebut, perseroan dan pemegang saham mendapatkan keuntungan karena sesuai Peraturan yang berlaku Perseroan berhak mendapatkan penurunan PPh Badan sebesar 5% menjadi 20% dari sebelumnya 25%.

Perseroan akan memenuhi peraturan dan persyaratan yang berlaku untuk memperoleh insentif pajak tersebut yang diharapkan dapat dinikmati mulai tahun depan. Selain itu, peningkatan free float juga akan mendorong likuiditas perdagangan saham ERAA.

Penjualan saham Perseroan dilakukan lewat overnight placement. J.P Morgan bertindak sebagai Sole Bookrunner dan placement agent dalam placement saham ERAA. Dengan penjualan saham oleh Eralink, maka kepemilikan saham di Eralink sekitar 59,97%.

Komposisi Saham ERAA

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan saham ERAA antara lain PT Eralink International seebsar 68,28% dan Credit Suisse AG Singapore sebesar 7,04%. Pada perdagangan saham hari ini, saham ERAA ditutup melemah 8,05% ke level Rp2.000 per saham.

Selanjutnya saham ELTY mencapai 25,7 juta saham dari volume perdagangan 400,04 juta saham. Saham BUMI mencapai 23,09 juta saham dari volume 198,5 juta saham. Untuk saham BRAU mencapai 21,5 juta saham dari volume perdagangan 97,7 juta saham. Saham ASRI mencapai 20,3 juta saham dari volume 70,1 juta saham.

Untuk saham BBNI mencapai 11,6 juta saham dari volume perdagangan 30,4 juta saham. Selanjutnya saham UNSP mencapai 10,9 juta saham dari volume 40,5 juta saham. Saham CNKO mencapai 10,2 juta saham dari volume perdagangan 241,8 juta saham. Sementara saham KPIG mencapai 7,5 juta saham. Untuk saham IATA mencapai 6,8 juta saham dari volume 421,02 juta saham. (lia)