Erajaya Swasembada Lepas 241 Juta Saham

Saham Erajaya Swasemba Tbk (ERAA) menjadi top foreign Sell mencapai 68,9 juta saham dari volume perdagangan 40,6 juta saham senilai Rp80,3 miliar. Demikian informasi yang diperoleh dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta akhir pekan kemarin.

Saham PT Erajaya Swasemba Tbk (ERAA) mengalami penjualan dengan harga per saham Rp1.950 per saham sejumlah 241 juta saham pada 20 September 2012. Penjualan tersebut dilakukan salah satu pemegang saham yaitu PT Eralink International dengan nilai penjualan Rp469,95 miliar.

Direktur Marketing dan Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk, Djatmiko Wardoyo mengatakan, pelepasan saham kembali oleh pemegang saham utama tersebut memang sesuai rencana awal saat penawaran saham perdana.

Penjualan saham oleh pemegang saham utama PT Erajaya Swasembada Tbk, menurut Djatmiko membuat free float saham perseroan di atas 40%. Dengan free float saham sebesar 40% tersebut, perseroan dan pemegang saham mendapatkan keuntungan karena sesuai Peraturan yang berlaku Perseroan berhak mendapatkan penurunan PPh Badan sebesar 5% menjadi 20% dari sebelumnya 25%.

Perseroan akan memenuhi peraturan dan persyaratan yang berlaku untuk memperoleh insentif pajak tersebut yang diharapkan dapat dinikmati mulai tahun depan. Selain itu, peningkatan free float juga akan mendorong likuiditas perdagangan saham ERAA.

Penjualan saham Perseroan dilakukan lewat overnight placement. J.P Morgan bertindak sebagai Sole Bookrunner dan placement agent dalam placement saham ERAA. Dengan penjualan saham oleh Eralink, maka kepemilikan saham di Eralink sekitar 59,97%.

Komposisi Saham ERAA

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan saham ERAA antara lain PT Eralink International seebsar 68,28% dan Credit Suisse AG Singapore sebesar 7,04%. Pada perdagangan saham hari ini, saham ERAA ditutup melemah 8,05% ke level Rp2.000 per saham.

Selanjutnya saham ELTY mencapai 25,7 juta saham dari volume perdagangan 400,04 juta saham. Saham BUMI mencapai 23,09 juta saham dari volume 198,5 juta saham. Untuk saham BRAU mencapai 21,5 juta saham dari volume perdagangan 97,7 juta saham. Saham ASRI mencapai 20,3 juta saham dari volume 70,1 juta saham.

Untuk saham BBNI mencapai 11,6 juta saham dari volume perdagangan 30,4 juta saham. Selanjutnya saham UNSP mencapai 10,9 juta saham dari volume 40,5 juta saham. Saham CNKO mencapai 10,2 juta saham dari volume perdagangan 241,8 juta saham. Sementara saham KPIG mencapai 7,5 juta saham. Untuk saham IATA mencapai 6,8 juta saham dari volume 421,02 juta saham. (lia)

BERITA TERKAIT

Layanan Indihome Kini Hadir di Pulau Rote

Berkomitmen untuk menghadirkan konektivitas di seluruh nusantara hingga pelosok wilayah terpecil, terdepan dan terluar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)…

VISA Tetapkan Cicil Pemenang VEI 2019

Visa, penyedia layanan pembayaran digital terdepan di dunia baru saja menobatkan perusahaan start-up bernama Cicil sebagai pemenang kompetisi Visa Everywhere…

XL Axiata Bangun Desa Maritim di Asahan

Dukungan pengamanan daerah perbatasan, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bersama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) membangun desa maritim di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…