Pemerintah Berencana Fasilitasi Penyediaan 16 Ribu Rumah Nelayan

Industri Perikanan

Senin, 24/09/2012

NERACA

Jakarta – Pemerintah mengaku akan memfasilitasi penyediaan 16 ribu rumah buat nelayan yang layak huni. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz, menyatakan pihaknya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan bersinergi untuk menyediakan rumah layak huni tersebut.

“Sekitar 6.800 rumah bagi nelayan sudah direalisasikan, sedangkan sisanya masih dalam tahap verifikasi,” jelas Faridz seperti tertuang dalam berita yang dirilis KKP pada saat peresmian Sekolah Tinggi Perikanan (STP) bertaraf internasional di Karawang, Jawa Barat, yang dikutip Neraca, Minggu.

Selain itu, kehadiran Djan untuk meninjau pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) bagi mahasiswa. Rumah susun tersebut menjadi bagian dari master plan pembangunan kampus STP di Karawang sebagai salah satu dari 30 kampus penerima bantuan pembangunan Rusunawa untuk Mahasiswa. Pembangunan Rusunawa merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama Kemenpera dan KKP.

Rusunawa mahasiswa STP dibangun di dalam area kampus seluas 15,3 hektare (ha). Satu menara rusunawa tersebut berketinggian tiga lantai dengan luas lantai dasar 1.187 meter persegi. Adapun jumlah unit hunian yang disediakan sebanyak 71 unit yang berdaya tampung 284 mahasiswa.

Selain lanjut Djan , Kemenpera akan menyiapkan dan memfasilitasi perumahan bagi tenaga pengajar di STP Karawang seluas 8 ha. “Kita akan fasilitasi para tenaga pendidik untuk mendapatkan rumah dengan kredit ringan selama 20 tahun,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo, mengatakan, KKP tengah membangun Sekolah Tinggi Perikanan (STP) bertaraf internasional di Karawang, Jawa Barat yang mengadopsi sistem vokasi bertaraf internasional pada jenjang Diploma, Magister Sains Terapan dan Doktor Sain Terapan.“Jadi, 2012 STP dalam tahap pembangunan awal sampai 2013, dan insya allah pada 2013, lembaga pendidikan STP ini akan meningkat statusnya menjadi IKPN,” paparnya.

KKP menargetkan peningkatan status Sekolah Tinggi Perikanan di Karawang menjadi Institut Kelautan dan Perikanan Nasional (IKPN) akan rampung pada tahun depan. “Peningkatan status STP menjadi IKPN sebagai salah satu sarana pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan memenuhi standar sertifikasi dunia industri,” jelasnya.

Sharif mengaku, pihaknya semakin menyadari kian pentingnya sumber daya manusia yang memiliki wawasan unggul dan berkarakter untuk menopang suskesnya program industrialisasi kelautan dan perikanan. “Sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menggali dan memanfaatkan potensi besar kelautan dan perikanan sebagai salah satu sumber perekonomian,” ungkapnya.

Lebih jauh Sharif mengatakan, pembangunan kampus STP Karawang ini diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia kelautan dan perikanan yang dapat berdampak pada berkembangnya Kabupaten Karawang. Lanjut Sharif, hal ini dapat berjalan dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Karawang. “Keberadaan kampus ini selain untuk mengembangkan SDM kelautan dan perikanan, ditujukan pula untuk memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Karawang Ade Swara menyambut baik dengan terpilihnya Kabupaten Karawang sebagai lokasi STP yang terbesar di Indonesia ini. “Sinergi tiga kementerian dalam membangun STP di Karawang merupakan langkah tepat, karena ada sekitar 7500 orang yang menggantungkan hidupnya di sektor kelautan dan perikanan,” jelasnya.

Disamping itu, oleh Kepala BPSDMKP, Sjarief Widjaja menjelaskan, pengembangan STP menuju Institut akan dilakukan dengan pendekatan mekanisme paralel yang menempuh beberapa tahapan. Sjarif menjelaskan mekanisme ini disamping mengajukan izin, akan melakukan penguatan lembaga pendidikan dengan mengundang mitra-mitra seperti industri untuk membuat program bioteknologi seperi pabrik mini bioteknologi. “Sudah ada tim yang dikirim ke Wakatobi untuk merancang industri bioteknologi yang akan dimasukkan kedalam rancang institut seperti kurikulum yang tepat dan tenaga pengajar,” terangnya.

Sjarief menargetkan pada 2013 status STP dapat ditingkatkan menjadi Institut Kelautan dan Perikanan Nasional (IKPN). Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya akan mengirimkan sejumlah tenaga pengajar ke jenjang lebih tinggi. Sehingga tahun depan STP Karawang siap menerima anak didik. Dia memaparkan, salah satu alasan dipilih Karawang, karena daerah ini memiliki sejarah yang panjang sebagai pusat perikanan. Dahulu lanjutnya, Karawang memiliki pelabuhan perikanan terbesar dan tambak udang rakyat. “Atas dasar itu, KKP ingin membangkitkan lagi industri kelautan dan perikanan di Karawang ini lewat lembaga pendidikan,” sambungnya.