Hexindo Optimis Target Penjualan US$ 739 Juta Tercapai

Senin, 24/09/2012

NERACA

Jakarta – Emiten distributor alat berat, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyampaikan optimis target penjualan tahun ini sebesar US$739 juta dapat tercapai, “Perseroan akan melakukan kerja sama dengan beberapa MoU dan meningkatkan fasilitas penjualan purna jual," kata Direktur Keuangan Hexindo Adiperkasa Syamsu Anwar di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengakui, bisnis sektor pertambangan mengalami penurunan lantaran lemahnya permintaan batu bara dari Cina. Kondisi inipun berdampak tidak langsung terhadap penurunan penjualan alat berat disektor tambang.

Tercatat, hingga empat bulan pertama perseroan baru membukukan penjualan sepertiga dari target yang ditetapkan. Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis beberapa bulan kedepan bisa memenuhi proyeksi penjualan. Pasalnya, perseroan sudah mengantisi kondisi pasar.

Kata Syamsu, saat ini penjualan alat berat terbesar adalah dari sektor agro dan kehutanan, “Sektor pasar kami cukup berimbang selama ini sehingga penurunan di sektor pertambangan masih terbantu dengan sektor pertanian dan kehutanan,"ungkapnya.

Dia pun menambahkan, target penjualan perseroan tersebut disumbang dari equipment sebesar US$509 juta, spare parts sebesar US$139 juta, dan PS dan maintenance sebesar US$91 juta pada 2012. Sebagai informasi, dari April hingga Juli 2012, perseroan membukukan penjualan sebesar US$266 juta dari penjualan alat berat sebesar 1.106 unit.

Disebutkan, penjualan alat berat tersebut disumbang dari sektor agro sebesar 418 unit, forestry sebesar 227 unit, konstruksi sebesar 193 unit, dan pertambangan sebesar 268 unit. Sementara, target penjualan excavator Hitachi pada tahun ini, yaitu sebesar 3.229 unit dari periode tahun sebelumnya sebesar 2.918 unit.

Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk Djonggi Hutagalung mengakui, untuk bisa mencapai target, pihaknya telah mengantisipasi market share yang semakin kompetitif dengan menjaga hubungan yang baik dengan konsumen, melakukan kerja sama dan meningkatkan fasilitas penjualan purna jual.

Pada tahun ini, lanjut dia, perseroan berencana membuka cabang di Bengkulu, Papua, dan Kendari. Untuk itu, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$20 juta yang digunakan untuk warehouse dan workshop.

Bagikan Dividen

Selain itu, perseroan juga akan membagikan dividen tunai sebesar US$ US$0,0387 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2011. Adapun total pembagian dividen tunai, yaitu sebesar US$32,50 juta atau 45% dari laba bersih 2011 perseroan sebesar US$72,27 juta.

Rencana pembagian dividen ini sudah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Untuk sisa laba bersih akan digunakan untuk dana cadangan sebesar US$500 ribu dan sisanya sebesar US$39,22 juta untuk laba ditahan. Dividen tunai tersebut, rencananya akan dibayarkan pada 31 Oktober 2012. (lia)