Hexindo Optimis Target Penjualan US$ 739 Juta Tercapai

NERACA

Jakarta – Emiten distributor alat berat, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyampaikan optimis target penjualan tahun ini sebesar US$739 juta dapat tercapai, “Perseroan akan melakukan kerja sama dengan beberapa MoU dan meningkatkan fasilitas penjualan purna jual," kata Direktur Keuangan Hexindo Adiperkasa Syamsu Anwar di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia mengakui, bisnis sektor pertambangan mengalami penurunan lantaran lemahnya permintaan batu bara dari Cina. Kondisi inipun berdampak tidak langsung terhadap penurunan penjualan alat berat disektor tambang.

Tercatat, hingga empat bulan pertama perseroan baru membukukan penjualan sepertiga dari target yang ditetapkan. Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis beberapa bulan kedepan bisa memenuhi proyeksi penjualan. Pasalnya, perseroan sudah mengantisi kondisi pasar.

Kata Syamsu, saat ini penjualan alat berat terbesar adalah dari sektor agro dan kehutanan, “Sektor pasar kami cukup berimbang selama ini sehingga penurunan di sektor pertambangan masih terbantu dengan sektor pertanian dan kehutanan,"ungkapnya.

Dia pun menambahkan, target penjualan perseroan tersebut disumbang dari equipment sebesar US$509 juta, spare parts sebesar US$139 juta, dan PS dan maintenance sebesar US$91 juta pada 2012. Sebagai informasi, dari April hingga Juli 2012, perseroan membukukan penjualan sebesar US$266 juta dari penjualan alat berat sebesar 1.106 unit.

Disebutkan, penjualan alat berat tersebut disumbang dari sektor agro sebesar 418 unit, forestry sebesar 227 unit, konstruksi sebesar 193 unit, dan pertambangan sebesar 268 unit. Sementara, target penjualan excavator Hitachi pada tahun ini, yaitu sebesar 3.229 unit dari periode tahun sebelumnya sebesar 2.918 unit.

Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk Djonggi Hutagalung mengakui, untuk bisa mencapai target, pihaknya telah mengantisipasi market share yang semakin kompetitif dengan menjaga hubungan yang baik dengan konsumen, melakukan kerja sama dan meningkatkan fasilitas penjualan purna jual.

Pada tahun ini, lanjut dia, perseroan berencana membuka cabang di Bengkulu, Papua, dan Kendari. Untuk itu, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$20 juta yang digunakan untuk warehouse dan workshop.

Bagikan Dividen

Selain itu, perseroan juga akan membagikan dividen tunai sebesar US$ US$0,0387 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2011. Adapun total pembagian dividen tunai, yaitu sebesar US$32,50 juta atau 45% dari laba bersih 2011 perseroan sebesar US$72,27 juta.

Rencana pembagian dividen ini sudah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Untuk sisa laba bersih akan digunakan untuk dana cadangan sebesar US$500 ribu dan sisanya sebesar US$39,22 juta untuk laba ditahan. Dividen tunai tersebut, rencananya akan dibayarkan pada 31 Oktober 2012. (lia)

BERITA TERKAIT

Prodia Buka Layanan Kesehatan Usia Lanjut - Kejar Target Pendapatan

NERACA Jakarta - Perluas bisnis layanan kesehatan dengan membidik segmen pasar usia lanjut, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meresmikan Prodia…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…

DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara - Pasok Permintaan PLN

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…