ARA Akui Kinerja Bank Kalbar

NERACA

Pontianak-- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) mendapat "Annual Report Award (ARA)" Tahun 2011 untuk kategori badan usaha milik daerah yang tidak tercatat di Bursa Efek. "Ini merupakan penghargaan yang pertama kalinya sejak Bank Kalbar ikut ARA mulai tahun 2008," kata Direktur Utama Bank Kalbar, Sudirman HMY, di Pontianak, Sabtu.

Menurut Sudirman, melalui tema itu, Bank Kalbar ingin menunjukkan senantiasa berupaya untuk berperan aktif dalam membantu memajukan perekonomian daerah Kalbar. Penghargaan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan sumbangsih pemikiran Tim ARA Bank Kalbar. "Mereka para pegawai di setiap divisi maupun satuan kerja yang ada di Bank Kalbar," tambahnya

ARA 2011 diselenggarakan oleh Bapepam-LK, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian BUMN, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI), Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Tujuan perhelatan yang digelar sejak tahun 2002 itu untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan penerapan "good corporate governance" di setiap sektor usaha, baik BUMN, BUMD maupun perusahaan swasta yang berstatus "listed (tercatat)" atau "nonlisted (tidak tercatat)" di Bursa Efek.

Sudirman HMY berharap, pengakuan tersebut akan semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap Bank Kalbar. "Bahwa Bank Kalbar telah dikelola secara transparan, bersih dan mengikuti kaidah good corporate governance dalam operasional sehari-hari," ujarnya menegaskan.

Sedangkan kategori BUMD yang tercatat di Bursa Efek, juara II PT Bank DKI, juara II PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, juara III PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. Bank Kalbar merupakan perusahaan milik daerah yang sahamnya dimiliki pemerintah daerah di Kalbar, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Total nilai saham yang dimiliki pemerintah daerah itu mencapai Rp367,301 miliar. Kepemilikan terbesar ada di Pemprov Kalbar dengan nilai saham Rp226,327 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…