DPK Muamalat Ditargetkan Capai Rp2 T - Luncurkan 2 Produk

NERACA

Jakarta-- PT Bank Muamalat mengeluarkan dua produk baru yaitu tabungan muamalat prima dan tabungan muamalat wisata. Dengan kedua produk ini, Muamalat menargetkan dana pihak ketiganya bertambah sampai Rp2 triliun. "Produk ini jugaa dapat digunakan untuk bertransaksi bebas biaya di jutaan merchant berlogo VISA di 170 negara,” kata Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin di Jakarta,23/9.

Lebih jauh kata Arviya, meskipun sudah memiliki layanan bagi kelas premium dan menargetkan akan memiliki layanan wealth management tahun depan, Arviyan enggan menceritakannya lebih lanjut. "Tahun depan kita targetkan untuk wealth management, tapi detailnya belum," ungkapnya

Adapun untuk layanan tabungan wisatanya, Alviyan menambahkan, tabungan ini sesuai bagi nasabah yang merencanakan aktivitas wisata. Tabungan ini juga dilengkapi fitur asuransi jiwa gratis dengan nisbah 30:70. "Nasabah dapat memilih target antara satu sampai tiga tahun dengan target dana Rp5 juta-Rp100 juta. Setoran awalnya Rp200 ribu dan setoran minimal selanjutnya Rp100 ribu," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Retail Muamalat Adrian A Gunadi mengatakan tabungan muamalat Prima adalah tabungan yang diperuntukkan untuk nasabah premiumnya dengan tabungana antara Rp50 juta-Rp250 juta. Bagi hasil (nisbah) yang ditawarkan adalah 40:60 (48% nasabah dan 52 % bank Muamalat). "Tabungan ini juga berguna bagi nasabah yang kerap melakukan perjalanan antarnegara khususnya Tanah Suci," ungkapnya. **ria

BERITA TERKAIT

Tol Pandaan – Malang Ditargetkan Berfungsi Lebaran 2018

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Pandaan Malang menargetkan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang (37,62…

Standar Keamanan Produk Perluas Ekspor Mamin - Tingkatkan Daya Saing

NERACA Jakarta – Pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk mampu memacu daya saing industri makanan dan minuman (mamin) nasional…

Menangkap Peluang dari Kasus Produk Ikan Dori Ilegal

Cocon, S.Pi, M.Si Analis Akuakultur, Ditjen Perikanan Budidaya, KKP   Baru-baru ini konsumen dikejutkan dengan laporan adanya bahan berbahaya dalam…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

BNI Dukung Peremajaan Kelapa Sawit

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program pemerintah dalam percepatan peremajaan…