Upaya Diversifikasi Sumber Energi

NERACA

Sektor energi di Indonesia mengalami masalah serius, karena laju permintaan energi di dalam negeri melebihi pertumbuhan pasokan energi. Selain peranannya yang penting sebagai penghasil devisa melalui ekspor, sektor minyak dan gas memiliki peran yang penting sebagai sumber energi, di mana ketersediannya masih bergantung kepada sumber-sumber yang tidak terbarukan seperti minyak, gas dan batu-bara.

Sedangkan sumber-sumber terbarukan seperti panas bumi, biomasa, air, angin, dan tenaga matahari belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan demikian pasokan energi domestik akan terancam dengan terancamnya keberlanjutan produksi energi primer yang tidak terbarukan ini.

Oleh karena itu, berbagai upaya penganekaragaman (diversifikasi) sumber energi lainnya selain minyak bumi terus dilakukan, di antaranya pemanfaatan gas, batubara, EBT (air/mikrohidro, panas bumi, biomassa, surya, angin, gelombang/arus laut, BB Nabati, nuklir, batu bara tercairkan/liquefied coal, batubara tergaskan/gasified coal, dan gas hidrat).

UU no.30 tahun 2007 mengklasifikasikan bahwa energi baru (EB) terdiri atas nuklir, hidrogen, gas metana batubara (CBM, Coal Bed Methane), batu bara tercairkan (liquified coal), dan batu bara tergaskan (gasified coal). Sementara, energi terbarukan (ET) terdiri atas panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari/surya, aliran dan terjunan air, dan gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut.

Tahun 2011, Pemerintah mengembangkan 35 Desa Mandiri Energi (DME) berbasis non BBN, yaitu PLTMH 10 lokasi (5 di Sumatera, 2 di Jawa, 3 di Kalimantan 4 di Sulawesi, 2 di Nusa tenggara, 1 di Maluku dan Papua), arus laut 1 lokasi, Hibrid 1 lokasi, peralatan produksi (sisa energi listrik dari EBT) 10 lokasi.

Tahun 2010, Desa Mandiri Energi (DME) sudah dikembangkan di 15 wilayah di Indonesia, 9 di luar Pulau Jawa dan 6 di Pulau jawa. Th 2009, program DME mencapai 633 desa, dengan rincian Tenaga Air 244 desa, BB Nabati 237 desa, Tenaga Surya 125 desa, Biogas 14 desa, Tenaga Angin 12 desa, Biomassa 1 desa.

Di lain fihak, PT Pertamina (Persero) berkomitmen mengembangkan 5 jenis EBT, yaitu geothermal (panas bumi), Coal Bed Methane (CBM), Shale Gas, Alga, dan Angin (Bayu).

BERITA TERKAIT

Membahas Upaya Pemulihan Pariwisata Lombok

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) dari 16 provinsi mengikuti rapat kerja nasional di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan salah…

Diversifikasi Ke Pasar On-Road Truck - Kobexindo Pasarkan Foton Truck dari Beijing

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan penjualan, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) melalui anak perusahan PT Kobexindo Foton Indonesia resmi menjadi…

Netralitas ASN, TNI dan Polri, Wujud Nyata Upaya Pelihara Demokrasi

  Oleh : Tyas Utami, Pemerhati Sosial Media Jelang Pemilu, hampir semua kalangan masyarakat riuh dengan berbagai pilihannya, namun berbeda…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dukung Program Penghapusan Stunting - Indocement Beri Makanan Tambahan Anak Sekolah

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan juga dukungan kepada pemerintah dalam menghapus stunting atau gizi buruk, manajemen industri…

Peduli Sisi Kemanusiaan - RFB Gelar Donor Darah Diikuti Oleh 200 Peserta

Di balik geliat bisnis PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di industri bursa berjangka, perseroan selalu menjaga keseimbangan dalam melaksanakan peran…

Komitmen Indosat Sebarkan Pesan Positif - Menyelamatkan Generasi Muda Lewat Bijak Bersosmed

Di era digital saat ini, berbagai macam informasi mudah didapatkan yang tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Dibalik pluas…