Sinergitas Perguruan Tinggi dengan CSR Perusahaan

Sabtu, 29/09/2012

NERACA

PGN telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi salah satunya Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang guna mewujudkan “Desa Mandiri Energi.”

Dalam mengaplikasikan elemen ketiga Tri Dharma Perguruan tinggi, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersinergi dengan PGN yang peduli pada penyediaan listrik di perdesaan telah mengimplementasikan kegiatan “Desa Mandiri Energi” dengan total dana yang dibenamkan senilai Rp 385 juta di Dusun Sumber Kapung Desa Andungbiru Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo-Jawa Timur.

Wilayah pedesaan yang menerima manfaat secara langsung dari kegiatan tersebut telah mampu meningkatkan usaha ekonomi produktif pedesaan. Mengingat, dengan kapasitas terpasang generator sebesar 16 kVA maka dapat memenuhi kebutuhan daya listrik penduduk minimal 100 rumah/KK.

Sinergitas antara Perguruan Tinggi dengan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan telah diwujudkan melalui pembangunan PLTM Andungbiru II di Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo dengan kapasitas terpasang 16 kVA, PLTM Andungbiru dimanfaatkan 100 pelanggan listrik di Dusun Sumberkapung Desa Andungbiru,Tiris-Probolinggo

Proyek PLTM Andungbiru dibangun dalam rangka kegiatan program bina lingkungan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan CSR PT PGN pada awal November tahun 2011. Program ini telah dimanfaatkan sebagai daerah binaan dalam rangka mendukung kegiatan pendidikam, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

PLTM Andungbiru telah memanfaatkan sungai Pekalen yang merupakan sumber energi primer untuk pembangkitan listrik. Di sisi lain sungai ini berfungsi sebagai irigasi sawah dan obyek wisata arung jeram yang terkenal di Kabupeten Probolinggo. Debit sungai maupun head (ketinggian) sangat mempengaruhi daya pembangkit tetapi topografi wilayah akan mempengaruhi karakteristik yang akan menentukan keluaran generator.

Teguh menyatakan, sinergitas antara Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang dengan PGN tidak berhenti pada pembangunan PLTM Andungbiru II yang direncanakan peresmiannya Oktober 2012, mengingat program BUMN Membangun Desa akan segera terwujud akhir tahun 2012.

Selain Desa Andungbiru, program ini juga menyasar Desa Kedawang Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan serta Desa Nawangan Kabupaten Pacitan-Jawa Timur. Langkah yang ditempuh dalam program tersebut adalah mengurangi angka Rumah Tangga Miskin (RTM) berdasarkan potensi wilayah.

“Survey awal telah dilakukan untuk menentukan RTM di wilayah yang disasar. Dengan langkah ini tentunya harus ada long term-nya serta sustainable bagi masyarakat pedesaan. Misalnya di Andungbiru potensi wilayahnya pertanian perkebunan serta usaha persewaan sound system yang memanfaatkan PLTM sedangkan di Kedawang potensinya pada perairan dan perikanan. Misalnya dengan budidaya mangrove yang telah dilakukan akan mampu menjadi tempat keberlangsungan kehidupan kepiting atau keramba ikan serta pembangunan beton untuk menahan abrasi pantai.

Sementara Nawangan yang sebelumnya telah dibangun PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) akan disesuaikan dengan potensi desanya untuk mengurangi economic generating di sana,” tuturnya menutup pembicaraan. (Shanty)