Tiga Sekuritas Perebutkan Kursi AB

Penuhi Kriteria BEI

Senin, 24/09/2012

NERACA

Jakarta - Lelang kursi Anggota Bursa (AB) kini kembali diminati beberapa perusahaan sekuritas, setelah sebelumnya terhambat. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, tiga sekuritas sudah masuk kriteria yang diminta otoritas bursa tersebut.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat menyatakan, PT Monex Investindo, PT Peak Securities, dan Religare Securities Ltd secara resmi menyatakan ketertarikan kepada otoritas untuk menjadi AB.

"Kita tetap optimistis kalau keanggotaan ini masih diminati. Saat ini, ada tiga sekuritas yang tertarik jadi AB, baik domestik maupun asing," kata Samsul di Jakarta, Jumat(21/9) pekan lalu. Samsul menambahkan Peak Securities dan Monex telah menyiapkan sistem perdagangannya sebagai prasyarat untuk menjadi AB.

Sedangkan Religare belum ada pembicaraan kembali. "Peak dan Monex telah menyampaikan kepada kami, saat ini sedang menyiapkan sistem perdagangannya, sedangkan Religare beberapa waktu lalu menyampaikan akan dibicarakan kembali," tambahnya.

Bursa Efek Indonesia kembali akan mengadakan lelang kursi AB yang semula akan diadakan pada 1 September menjadi 1 Oktober 2012 mendatang. Dia menilai, pada 31 Agustus 2012, proses lelang kursi AB ini mengalami kendala karena beberapa calon peserta belum memenuhi syarat.

Persyaratan tersebut antara lain AB harus menyampaikan laporan keuangan audit, serta menyampaikan laporan modal kerja bersih disesuaikan. Selain itu, AB juga harus memiliki sarana dan prasarana remote trading, memiliki standar prosedur operasi, dan menyampaikan hasil review dari pihak independen tentang kesiapan sarana dan prasarana.

Sementara menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja, alotnya lelang kursi AB bukan karena tidak adanya minat dari asing, melainkan beberapa persyaratan dan izin Bapepam-LK yang belum terpenuhi.

"Minatnya banyak, tapi belum memenuhi syarat dan izin, karena bursa mensyaratkannya begitu, jadi bukan masalah tidak ada minat, hanya saja syaratnya yang sulit," kata Lily, beberapa waktu lalu. Lily juga menambahkan bahwa investasinya yang sulit, karena membutuhkan waktu, perlunya juga persiapan sumberdaya manusia (SDM) yang matang.

Tenggat waktu Finan

Samsul juga menjelaskan, PT Financorpindo Nusa Securities, diberikan waktu hingga akhir Oktober 2012 untuk mendapatkan investor baru oleh BEI. "Kalau sampai batas waktu yang kami berikan Finan belum juga mendapatkan calon investor baru maka BEI akan mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) milik Finan," jelasnya.

Seperti yang tertera dalam aturan keanggotaan BEI, bila SPAB dicabut maka sekuritas memberikan kesempatan kepada perusahaan efek tersebut untuk mencari calon investor dalam jangka waktu satu tahun. "Jika dalam jangka waktu setahun tidak menemukan calon investor maka kami melakukan lelang," tambah dia.

Samsul menambahkan lelang tersebut yang dilakukan setiap awal bulan selama enam kali berturut-turut. "Bila kursi anggota bursa masih belum terjual maka keanggotaan bursa dapat dibeli kembali (buy back) oleh otoritas BEI dengan harga nominal untuk satu kursi sebesar Rp135 juta," tukasnya.

Izin berdagang Finan memang telah dihentikan sementara perdagangan efeknya sejak akhir 2011 lalu karena nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikannya (MKBD) sudah mencapai Rp0 dari Rp1,28 miliar di akhir Februari 2012. [ardi]