Target Kontrak WIKA Hampir Capai Target

NERACA

Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) masih memiliki sisa kontrak yang dapat mencapai target pendapatan dan laba bersih tahun ini. Mengutip hasil riset eTrading Securities, Jumat (21/9) pekan lalu, perseroan meraih kontrak baru per September 2012 mendekati Rp11,97 triliun. Angka ini sudah sejalan dengan target kontrak baru perseroan sepanjang tahun 2012 sebesar Rp16,5 triliun.

"Menurut kami, sampai tahun 2012, dengan melihat pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada semester I-2012, WIKA dapat mencapai target tahun 2012 disertai juga dengan rencana perseroan untuk menyelesaikan sisa kontrak tahun lalu," bunyi hasil riset tersebut.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp202,01 miliar pada semester I-2012. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp151,50 miliar atau meningkat sebesar 33,3%. Selain itu, WIKA telah mengantongi kontrak senilai total Rp25 triliun per akhir Agustus 2012.

Nilai itu mencakup kontrak baru sekaligus sisa kontrak tahun lalu atau carry over. Hingga akhir 2012, emiten berkode saham WIKA ini menargetkan bisa mengantongi kontrak baru senilai Rp16,5 triliun. Sebelumnya, manajemen WIKA mengaku telah mendapatkan kontrak baru hampir Rp10 triliun hingga Agustus 2012. Salah satunya adalah proyek pemeliharaan jalan di Timor Leste.

"Kontrak baru yang sudah didapat mendekati Rp10 triliun hingga Agustus 2012 dari target kontrak baru Rp16 triliun pada tahun ini,” tutur Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede, kemarin. Kontrak baru tersebut berasal dari proyek BUMN dan pemerintah sebesar 80% dan sisanya swasta.

Adapun proyek yang didapatkan di negara bekas provinsi Indonesia ke-27 ini antara lain proyek pemeliharaan jalan Batugede-Maliana Road Section Timor Leste bernilai Rp62,59 miliar dan pembangunan Jembatan Komoro, Timor Leste, senilai Rp78 miliar. “Salah satu proyek yang didapatkan dari proyek di Timor Leste pada Agustus 2012 sekitar US$7 juta," ulas Natal.

Dia juga menambahkan, pihaknya tengah mengerjakan kontrak carry over dari tahun lalu sekitar Rp15 triliun dan kontrak baru mendekati Rp10 triliun hingga Agustus 2012. Oleh karena itu, pihaknya optimistis dapat meraih target kinerja pendapatan sebesar Rp12 triliun dan laba bersih Rp430 miliar pada 2012.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengikuti tender proyek mass rapid transportation (MRT). Pengumuman tender proyek MRT tersebut dikabarkan akan dipercepat menjadi akhir 2012 dari target semula awal 2013.

"Dari enam paket yang ditenderkan, kami mengikuti lima paket dengan komposisi tiga paket dari Lebak Bulus hingga Senayan dan dua paket underground dari Senayan ke Bundaharan HI," ujar Natal. Dia menambahkan, pihaknya juga bersama rekan lain dalam menggarap lima paket proyek MRT itu.

Tiga paket proyek MRT dari Lebak Bulus-Senayan akan digarap bersama dengan Tokyo. Sedangkan dua paket proyek MRT dari Senayan-Bundaran HI akan bekerja sama dengan Kobayashi, Hazama, dan PT Jaya Konstruksi. "Jaya Konstruksi memiliki kepemilikan 15% dan WIKA 15%, serta sisanya asing,” pungkasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…