Perlu Pengendalian Diabetes di Indonesia

NERACA

Diabetes merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di Indonesia dengan tingkat prevalensi diabetes ke-5 di dunia, setelah Amerika Serikat, Cina, Brazil dan India. Menurut badan kesehatan dunia atau WHO, prevalensi diabetes di Indonesia mempunyai kemungkinan terjadinya peningkatan dari 8,4 juta di tahun 2000 menjadi 21,3 juta pada tahun 2030, apabila tidak adanya upaya serius dalam pencegahan, penanganan dan kepatuhan dalam pengobatan penyakit diabetes.

Director of Communications and Publick Affairs Sanofi Group Indonesia, Hanum Yahya di Jakarta mengatakan, sejauh ini Sanofi telah berpartisipasi dalam mencegah dan menanggulangi Penyakit Tidak Menular (PTM) diabetes di Indonesia melalui berbagai kerjasama baik dengan organisasi kesehatan dan asosiasi profesi di dalam bidang diabetes.

Ia mengatakan, mengenai partisipasi Sanofi dalam pencegahan penyakit tidak menular di mulai dari kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kesehatan dalam pengendalian diabetes di Indonesia yang merupakan program terbaru dari Sanofi. Program ini bekerja sama dengan PERKENI dan ADA (American Diabetes Association), program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih nyata dan signifikan bagi peningkatan kualitas penanganan dan pengendalian diabetes di Indonesia.

Kerjasama jangka panjang antara Sanofi Indonesia dan Kementerian Kesehatan Indonesia (KEMENKES) bersama dengan Perkumpulan ahli Endokrinologi di Indonesia (PERKENI), Askes, dan Amerika Diabetes Association (ADA), dirancang untuk meningkatkan upaya pengobatan, penanganan dan kontrol penyakit diabetes di Indonesia melalui program “Train the Trainer” selama lima tahun kedepan.

Berkaitan dengan pencegahan dan pengelolaan diabetes sebagai salah satu Penyakit Tidak Menular (Diabetes) yang kami prioritaskan, kami di Sanofi fokus pada kebutuhan pasien diabetes di seluruh dunia. Kami menawarkan perawatan yang baru dan holistik dengan cakupan lengkap antara diagnosa, pengobatan, dan monitoring, tuturnya.

Sedangkan kendala yang dihadapi oleh Sanofi dalam menangani Penyakit Tidak Menular (Diabetes) sejauh ini adalah rendahnya kesadaran di masyarakat untuk secara berkala pergi ke dokter untuk memeriksa kesehatan dan melakukan pemeriksaan dini, tuturnya.

Yahya mengungkapkan, kurangnya sosialisasi metode-metode pengobatan ataupun diagnosa terkini dikalangan penyedia jasa kesehatan juga dapat menjadi kendala. Melalui program-program edukasi dan kemitraan yang kami jalankan, kami berharap untuk dapat berkontribusi terhadap penyediaan solusi bagi kendala-kendala yang ada.

Menyingung perkembangan penyakit tidak menular di Indonesia Sanofi menilai, Jika bicara Penyakit Tidak Menular (Diabetes) mungkin konteksnya sangat luas. Jika kita persempit dalam kasus Diabetes, sesuai dengan prediksi WHO jumlah pasien diabetes di Indonesia akan terus meningkat.

“Peningkatan jumlah prevalensinya di Indonesia menjadikan penderita Diabetes di Indonesia menduduki peringkat ke lima di dunia setelah Amerika Serikat, Cina, Brazil dan India. Hal ini menandakan masih dibutuhkannya usaha yang konsisten dan fokus untuk pengendalian dan pengobatan (Diabetes),” tuturnya.

Yahya mengharapkan, dengan adanya kerjasama dengan melalui kemitraan jangka panjang dengan Kementerian Kesehatan dalam pengendalian diabetes bekerja sama dengan PERKENI dan ADA (American Diabetes Association), Sanofi berharap untuk dapat memberikan dampak yang lebih nyata dan signifikan bagi peningkatan kualitas penanganan dan pengendalian diabetes sebagai salah satu Penyakit Tidak Menular di Indonesia.

Kerjasama ini membuktikan komitmen dari Kementerian Kesehatan Indonesia dalam upaya penanganan penyakit diabetes di Indonesia.

Kerjasama Sanofi dengan PERKENI sebagai mitra utama dalam program peningkatan kapasitas untuk upaya mengontrol diabetes. Para anggota PERKENI terdiri dari ahli kesehatan terkemuka di Indonesia serta para pengamat penyakit tidak menular yang memiliki wawasan dan pengetahuan untuk mengatasi tantangan yang ada dalam pencegahan, penanganan dan kepatuhan dalam pengobatan penyakit.

Usaha ini sejalan dengan prioritas Askes dalam meningkatkan kualitas para praktisi kesehatan dan pelayanaan bagi semua anggota Askes.

Bersama dengan American Diabetes Association (ADA), PERKENI akan mengembangkan sebuah kurikulum nasioanal yang akan menggabungkan praktik-praktik terbaik dan disesuaikan dengan program untuk memberikan sistem kesehatan lebih baik bagi penanganan diabetes. Sebagai landasan program “Train the Trainer” ini, sebanyak 5.500 praktisi kesehatan akan menerima pelatihan dan diberi akreditasi.

Dengan kerjasama ini, Sanofi bertujuan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan inovasi obat-obatan yang dikembangkan melalui proses berbagai dan bertukar pengalaman.

Kerjasama ini juga secara bersamaan menargetkan pasa pasien dan masyarakat, melalui program pendidikan kesehatan dengan fokus khusus pada langkah-langkah penanggulangan dan pengobatan, serta rehabilitasi, pengukuran untuk diabetes, di mana kepatuhan dalam pengobatan biasanya menjadi masalah utama.

Related posts