Manfaatkan Potensi Pasar, Trisula Gandeng Brand G200. - Targetkan Penjualan Rp 591, 4 Miliar

NERACA

Jakarta – Bisnis pakaian masih menjadi prospek seiring dengan meningkat daya belinya masyarakat. Terlebih pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia naik signifikan, potensi pasar inilah yang akan digarap PT Trisula International Tbk (TRIS) dengan menggandeng produsen pakaian asal Hongkong bermerek G200.

Dengan melakukan kerjasama ini, perseroan menargetkan penjualan sampai dengan akhir tahun ini mencapai Rp 591,4 miliar dan perolehan laba sebesar 29,4 miliar. Menurut Lisa, untuk mencapai target tersebut perseroan telah berencana melakukan beberapa aksi korporasi selain akusisi 50% kepemilikan saham TSC dan penambahan merek G2000 dalam protfolio bisnisnya.

TRIS juga optimistis dapat mengejar target tersebut lantaran akuisisi PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing (TSC) senilai Rp27,8 miliar telah usai. Sebelumnya Trisula telah memasarkan beberapa Jack Nicklaus, JOBB, UniAsia, dan ManClub.

Selain itu, perseroan juga melakukan penambahan 40 titik penjualan baru untuk beberapa merek. Di anataranya dua toko untuk Jack Nicklaus di Kota Kasablanka dan Karawaci, satu toko JOBB di Kota Kasablanka dan 10 counter, satu counter UniAsia, dan 26 counter untuk Manclub.

Ekspansi bisnis PT Trisula International juga terus dilakukan, kali ini perseroan menambahkan kepemilikan modalnya ke anak perusahaan barunya PT Triduaribu Bersatu. Perseroan menyertakan 51% kepemilikan saham PT Triduaribu Bersatu atau 153 saham dengan nominal Rp1 juta per sanilai Rp15,3 miliar.

Disebutkan, transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material. Selain itu, perseroan juga melakukan perjanjian distribusi yaitu melakukan pemasaran dan penjualan produk-produk dengan merek G2000, G2000 men dan G2000 women.

Saat ini perusahaan asal Hong Kong ini telah memiliki seribu titik penjualan di 12 negara dan berkomitmen untuk membangun brand image G2000. Sementara, untuk di Indonesia, total gerai G2000 ada sebanyak 22 buah. Pada tahun mendatang diharapkan akan terus bertambah. Rencananya, bisa mencapai 155 titik penjualan pada 2017.

Hingga Juli 2012, PT Trisula International Tbk terus mencatat pertumbuhan kinerja yang konsisten. Antara lain pencapaian penjualan perseroan hingga bulan Juli 2012 sebesar Rp 305 miliar, tumbuh dari bulan Juni 2012 sebesar Rp 141 miliar.

Untuk laba bersih akhir Juli 2012 sebesar Rp 9,3 miliar, meningkat sebesar Rp 3 miliar dibandingkan pada bulan Juni 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Adapun penjualan dan laba sampai dengan bulan Juli 2012 tersebut sudah termasuk dengan hasil akusisi 50% kepemilikan saham PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing (TSC) pada bulan Juli 2012. (lia)

BERITA TERKAIT

Manfaatkan Data, Kemenko Perekonomian Gandeng Lapan

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyepakati…

Kemenkop Gandeng BNI dan Perumnas Bangun Perumahan ASN

Kemenkop Gandeng BNI dan Perumnas Bangun Perumahan ASN NERACA  Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Bank BNI dan Perumnas…

Gandeng Teknik Sipil UGM - BTN Insisiasi School of Property Developer

Sejak mendirikan Housing Finance Center (HFC) pada 16 Oktober 2014 silam, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkomitmen meningkatkan kualitas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…