Masyarakat Kecil Tak Kena Kenaikkan TDL

NERACA

Jakarta—Pemerintah menjamin masyarakat kecil pengguna listrik 450 watt dan 900 watt tidak akan terkena imbas rencana kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 15 % yang akan ditetapkan awal tahun 2013. "Jadi untuk listrik tahun depan (2013), di APBN yang baru itu akan disesuaikan menambah 15 %. Itu pun kami usulkan kepada DPR yang pengguna listrik 450 dan 900 watt tidak kena kenaikan, artinya masyarakat kecil tidak kena kenaikan," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik

Lebih lanjut kata Jero Wacik mengatakan kenaikan TTL awal tahun 2013 tersebut akan dibebankan pada masyarakat pengguna listrik di atas 1.300 watt. "Yang kena kenaikan itu adalah yang 1.300 ke atas. Atau yang sudah punya AC (pendingin ruangan), punya TV tiga masa nggak mau naikkan listriknya sedikit. Kalau kita hitung-hitung naiknya itu ada yang Rp3 ribu per bulan ada yang Rp5 ribu per bulan. Memang beban tapi tidak berat lah tapi dibandingkan beli pulsa lebih sedikit lah," tambahnya

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan rencana kenaikan TDL tersebut karena pemerintah sudah menghitung dan mengkalkulasikan dengan benar rencana kenaikan TTL itu dengan semua DPR. "Jadi jangan terlalu resah lah, listrik naik wah jadi gimana gitu. Kami menghitung dan kami tahu kok bagaimana perasaan rakyat agar naiknya ini tidak terlalu kaget," ujarnya

Dikataka Jero, kenaikan TTL yang naik 15 % pada tahun 2013 juga akan dilakukan dengan dua metode pertama ialah kenaikannya dibagi per tiga bulan dan kedua ialah kenaikannya dibagi per satu bulan. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat khususnya pelanggan listrik dari kalangan industri untuk bisa mengerti maksud dari kenaikan TTL itu. "Jadi wajar saja kalau penolakan, semua menolak (TTL) naik. Tapi saya minta industri mengerti," imbuhnya

Sebelumnya, Direktur Industri Tekstil dan Aneka Ditjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ramon Bangun mengakui sebaiknya memang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi daripada menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 15 % pada 2013, yang akan memberatkan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). Sektor industri TPT meminta pemerintah menaikkan BBM bersubsidi karena peningkatan biaya listrik membuat biaya produksi semakin tinggi. "Selama ini, industri serat pemintalan menggunakan komponen energi listrik yang sangat besar," ujar

Selain dihadapkan pada tingginya biaya TDL, menurut Ramon, industri TPT juga terkena dampak pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan 253/2011. Kinerja industri TPT nasional di 2013 akan menurun seiring krisis yang melanda Amerika Serikat dan Eropa. "Selain itu, sektor TPT dihadapkan pada aturan PMK 253/2011 tentang pengembalian bea masuk yang telah dibayar atas impor barang dan bahan untuk diolah, dirakit atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor," paparnya. **bari/cahyo

BERITA TERKAIT

UPT PBB-P2 dan BPHTB Sukabumi Terus Berikan Pelayanan Terbaik - Masyarakat Kini Bisa Bayar PBB di Minimarket

UPT PBB-P2 dan BPHTB Sukabumi Terus Berikan Pelayanan Terbaik Masyarakat Kini Bisa Bayar PBB di Minimarket NERACA Sukabumi - UPT…

Perluas Akses Bagi Unbankable - Amar Bank Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

NERACA Jakarta  -Tingkatkan inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia, Amar Bank sebagai pionir produk financial technology (fintech) dengan nama…

Terbukti Peduli Rakyat Kecil, Perindo Raih 3 Rekor Dunia

JAKARTA, Partai Perindo meraih tiga rekor dunia MURI untuk program-program membantu dan membangun masyakat yang terbesar di Indonesia. Penghargaan tersebut…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

APBN 2020 Fokus ke Penguatan SDM dan Perlindungan Sosial

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akan lebih berfokus…

Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Perlu Lakukan Pembenahan Ekonomi

    NERACA Jakarta - Pemilihan umum serentak baru saja usai dan kini rakyat Indonesia sedang menunggu hasilnya karene penghitungan…

Tingkat Kemiskinan Ditargetkan Dibawah 9%

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menargetkan tingkat kemiskinan…