Pasar Cina Lesu, Emiten Tambang Ramai-Ramau Cari Pasar Baru - Harum Energy Diversifikasi Pasar Ke India

NERACA

Jakarta – Melemahnya permintaan batubara ke Cina seiring dengan melemahnya perekonomian disana, memaksa PT Harum Energy Tbk (HRUM) harus mengurangi perdagangan batubara tujuan ke China

Direktur Utama Harum Energy, Ray A. Gunara mengatakan, melemahnya permintaan eskpor batubara ke Cina memaksa untuk mencari pasar lain. Selanjutnya, perseroan akan fokus penjualan ke pasar Korea Selatan, India dan Taiwan, “Penurunan permintaan batubara terjadi seiring harga komoditas yang menurun dalam enam bulan terakhir, “katanya di Jakarta, Kamis (20/9).

Dia menjelaskan, portofolio pasar perseroan akan lebih terdevirsikasi dan mengurangi eksposur ke China seraya meningkatkan eksposur ke tiga negara baru. "Kami mengetahui kondisi pasar masih fluktuatif dan cenderung menurun dalam enam bulan terakhir, yang tercermin pada indeks Newcastle," ujarnya.

Strategi lain untuk mencegah penurunan kinerja keuangan akibat rendahnya harga rata-rata penjualan adalah lebih selektif dalam pemilihan pelanggan guna mengurangi risiko wanprestasi. Menurutnya, penurunan pasar yang berkepanjangan sudah diantisipasi perseroan dengan mendiskusikan bersama para kontraktor yang ada atas upaya mereka untuk meningkatkan produktifitas dan mengurangi biaya sedapat mungkin.

Sebagai informasi, hingga akhir semester I-2012, perseroan terbukti mampu menjaga pertumbuhan penjualan gabungan dengan mencatat kenaikan 62% dari 4,6 juta ton menjadi 7,4 juta ton. Volume penjualan ini terdiri dari MSJ 6,4 juta ton dan 1 juta ton dari SB.

Pada bagian lain, volume produksi gabungan juga mengalami kenaikan dari 4,4 juta ton menjadi 6,1 juta ton. "Kami mencatat harga rata-rata sedikit lebih baik dari US$ 90,1 per ton mennjadi US$ 90,2 per ton. Relatif harga yang ada di Harum Energy sudah ditetapkan sejak akhir 2011. Terdapat time leg enam bulan dari posisi saat ini," paparnya.

Namun jika melihat tren harga sejak awal 2012 terjadi penurunan 7,6% dari US$ 93,8 juta ton di triwulan I-2012. "Memang ini bagian dari apa yang terjadi pada hargar batubara global yang lebih rendah. Kami prediksi harga kami di triwulan-III akan lebih rendah," ucap Ray Gunara.

Asal tahu saja, PT Bukit Asam Tbk juga sudah mengantisipasi penurunan harga batubara dengan mengalihkan pasar tujuan ekspor dari Cina ke India lantaran permintaan pasar di negeri hindustan tersebut melonjak tajam.

Direktur Utama Bukit Asam Milawarman mengatakan, lonjakan permintaan batu bara di India disebabkan terjadinya pemadaman listrik di hampir separuh India, sehingga negara itu membutuhkan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pemadaman listrik yang terjadi di India, Milawarma menambahkan, hampir melumpuhkan perekonomian India. Lonjakan permintaan batu bara India itu menyebabkan pemulihan harga batu bara yang sempat anjlok pada semester I-2012." Harga jual batu bara turun 20-25% satu tahun terakhir. Namun, ada implikasi kenaikan sekitar US$0,5 dalam dua pekan terakhir, karena pengaruh permintaan yang cukup besar dari India," katanya.

Selama ini penjualan batu bara Bukit Asam masih didominasi penjualan domestik sebesar 65% dan 35% untuk ekspor. Untuk penjualan domestik, 90% bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan pabrik semen. (bani)

BERITA TERKAIT

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

PT Timah Bikin Perusahaan Patungan - Eksplorasi Tambang di Nigeria

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di luar negeri, PT Timah Tbk membentuk perusahaan patungan bersama perusahaan asal Nigeria, Topwide…

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…