Kembalikan KUD Jadi Kekuatan Ekonomi

NERACA

Mataram—Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Kemenkop UKM) bertekad mengembalikan koperasi unit desa (KUD) menjadi kekuatan ekonomi Indonesia pada 2013. "Saya bertekad, pada 2013 KUD bisa menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang dapat diandalkan pemerintah," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Menkop UKM) Syarifuddin Hasan di Mataram

Lebih jauh Syarief menegaskan KUD bisa menjadi ikon koperasi yang beranggotakan dari kalangan masyarakat bawah sehingga pandangan buruk terhadap lembaga itu bisa diperbaiki. "Jangan lagi ada KUD yang tidak aktif, hanya menunggu uluran tangan pemerintah. Tapi bisa bangkit bersama dengan pemerintah. Itu lah tujuan revitalisasi KUD sebenarnya," ujarnya.

Upaya merevitalisasi KUD agar kembali menjadi kekuatan ekonomi rakyat, kata dia, dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi 6.577 KUD yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. "Saya instruksikan kepada Deputi Bidang Produksi agar KUD itu diidentifikasi secara tepat, by name by adres, sehingga bisa dilakukan upaya peningkatan kompetensi bagi para pengelolanya," terangnya

Bahkan Syarief meminta kepada seluruh Kepala Dinas Koperasi dan UKM mendorong para pengurus KUD untuk melakukan "self assessment" atau evaluasi diri. Upaya itu perlu dilakukan dengan menggunakan analisis strengths, weaknesses, opportunities,threats (SWOT), karena metode tersebut adalah yang paling termudah untuk melakukan identifikasi berbagai persoalan yang dihadapi KUD selama ini.

Menurut Syarief, revitalisasi yang paling penting dilakukan di tubuh KUD adalah membenahi masalah yang ada dalam internal lembaga itu sendiri, baru melakukan pembenahan di sisi eksternalnya. Masing-masing KUD juga memiliki persoalan berbeda-beda dan yang paling mengetahui hal itu adalah para Kepala Dinas Koperasi dan UKM di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. "Revitalisasi KUD kelihatan mudah, tapi sulit dilakukan. Untuk itu saya meyakini seluruh kepala dinas bisa mendorong pengelola KUD di daerahnya untuk mewujudkan KUD sebagai kekuatan ekonomi sesuai dengan keinginan presiden," jelasnya

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari menambahkan selain koperasi, saat ini lembaga keuangan mikro banyak tumbuh berkelanjutan. "Pertama, ekspansi kreditnya yang besar dan kedua, sumber pendanaan yang kuat. Banyak lembaga keuangan lebih memfokuskan diri kasih kredit," ungkapnya

Menurutnya, saat ini berkembang beberapa jenis lembaga keuangan mikro yaitu lembaga keuangan mikro yang boleh menyalurkan kredit mikro tapi tidak boleh menghimpun dana masyarakat. Kemudian lembaga keuangan mikro yang bagus dalam menyalurkan kredit tapi buruk dalam memobilisasi dana publik. "Misalnya, Grameen Bank di Bangladesh, yang hanya mengandalkan sumber pendanaan dari dana non komersil seperti hibah dari luar negeri. Ketersediaan dananya sangat berat,” kata Choirul. **rin

Related posts