Ajinomoto Operasikan Pabrik Baru di Karawang

Investasinya Telan Dana Hingga Rp 382 Miliar

Jumat, 21/09/2012

NERACA

Karawang - PT Ajinomoto Indonesia, anak perusahaan dari Ajinomoto Co., Jepang di Indonesia, meresmikan beroperasinya pabrik ke 2 di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Pabrik yang dikembangkan dengan total Investasi sekitar 3.5 Miliar yen (setara dengan Rp 382,3 miliar), siap beroperasi mulai September 2012.

Menurut Presiden Direktur PT. Ajinomoto Indonesia, Yoshimasa Yoshimiya, pabrik baru ini untuk memenuhi kebutuhan bumbu penyedap di wilayah barat Indonesia dan ekspor ke berbagai negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Baca juga: BJB Sukabumi Segera Buka KCP Baru

“Pabrik ini akan mampu memenuhi kebutuhan bumbu penyedap masakan Masako®1 yang meningkat pesat di pasar Indonesia saat ini,” katanya saat peresmian pabrik baru Ajinomoto di Karawang, kemarin.

Dia menyebut, pabrik baru ini akan memperkuat basis produksi Masako® bagi wilayah Indonesia bagian barat, yang mencapai 50% dari total penjualan, yang sebelumnya diproduksi oleh pabrik di Mojokerto, Jawa Timur. Dengan beroperasinya kedua pabrik di Karawang dan Mojokerto, perusahaan akan memiliki sistem produksi yang mampu menyediakan produk secara efisien dan stabil.

Baca juga: Kota Yogyakarta Miliki Perda Reklame Baru

PT. Ajinomoto Indonesia telah berkiprah lebih dari 40 tahun di Indonesia sejak tahun 1969, memproduksi dan menjual bumbu masak dan produk-produk lainnya. Bagi Ajinomoto Group, beroperasinya usaha di Indonesia memainkan peranan yang sangat penting.

Pertumbuhan usaha ini didukung oleh perekonomian Indonesia yang semakin menguat dikarenakan oleh pertumbuhan populasinya yang besar (diperkirakan oleh PBB mencapai 230 juta jiwa tahun 2010) dan peningkatan permintaan dalam negeri.

“Berdirinya pabrik ini adalah langkah strategis dalam pengembangan usaha kami di Indonesia yang terwujud berkat dukungan masyarakat Indonesia dan pemerintah daerah Karawang. Langkah ini juga merupakan bukti keseriusan kami dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat dan konsumen setia kami di Indonesia,” terang Yoshimasa Yoshimiya.

Baca juga: Pemkab Tangerang Tutup Pabrik Peleburan Timah

Dia juga memaparkan bahwa pertumbuhan pasar bumbu penyedap masakan Masako®yang pesat di Indonesia, didukung oleh peningkatan standar hidup sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi. Bahkan Masako®mengalami peningkatan pertumbuhan secara signifikan hingga mencapai 71,000 ton per tahun.

Ajinomoto Co. memperkirakan, untuk tahun fiskal 2011, pertumbuhan per tahun mencapai 12%. Sejak diluncurkan produk bumbu masakan Masako®tahun 1989, sebagian besar rumah tangga di Indonesia telah menggunakan bumbu masakan ini, yang memperkaya citarasa masakan dengan rasa daging seperti ayam dan sapi. Masako®telah mempertahankan pertumbuhan tahunan penjualan mencapai 15% dan menguasai 60% pangsa pasar bumbu penyedap makanan.

Baca juga: PLN Sukabumi Gencar Tuntaskan Sambungan Baru

Sejalan dengan hal tersebut, Member of the Board & Corporate Senior Vice President Ajinomoto C. Inc Japan, Keiici Yokoyama mengisyaratkan bahwa pertumbuhan pasar Masako® di Indonesia sejalan dengan tujuan jangka menengah Ajinomoto Co. untuk menjadi sebuah perusahaan global sejati.

“Bisnis bumbu penyedap masakan Ajinomoto Co. di luar negeri mencapai 35% penjualan produk makanannya sebesar 183.5 miliar yen, dan pertumbuhan penjualan di Indonesia dan Thailand tumbuh sebesar dua kali lipat. Penguatan dan pertumbuhan bisnis makanan di luar Jepang ini adalah kunci dari Medium-Term Management Plan 2011-2013 yang bertujuan menjadikan Ajinomoto Co. sebagai perusahaan global sejati,” ungkapnya.

Baca juga: Realisasi PSKS Denpasar Baru 41 Persen

Dia menambahkan, pabrik di Karawang akan mendukung pertumbuhan bisnis Ajinomoto Co. di Indonesia dan posisinya sebagai pusat penyediaan bagi negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Bupati Karawang, H. Ade Swara, yang meresmikan pembukaan pabrik Ajinomoto ini mengatakan, sejak diterbitkannya Kepres Nomor 53 Tahun 1989 Tentang Pengembangan Kawasan Industri, yang menetapkan Kabupaten Karawang sebagai daerah pengembangan industry, membuat jumlah industri di Kabupaten Karawang telah tercatat sebanyak 8.845 unit terdiri dari PMA 295 unit, PMDN 187 unit dan non fasilitas 73 unit serta industri kecil 8.290 unit.

Baca juga: 35 Anggota DPRD Baru Sudah Dilantik

Bupati mengharapkan keberadaan pabrik baru dapat membuka lapangan kerja dan memberikan pengaruh positif terhadap pengurangan angka pengangguran khususnya tenaga lokal di karawang.

Department Manager Public Relations PT Ajinomoto Indonesia, Muhammad Fachrurozy menjelaskan, mayoritas tenaga yang akan terserap di pabrik kedua Karawang adalah tenaga kerja lokal. Sementara bahan baku daging ayam dan sapi adalah semua dari lokal yang berbasis di Jawa Timur. “Kita kerjasama dengan beberapa peternak di Mojokerto Jawa Timur melalui pabrik yang ada di sana,” ujarnya.

Baca juga: Wagub Jabar Resmikan Gedung Baru Mochi Lampion